Pabrik Baterai Kendaraan Listrik di Karawang Siap Jalan, ESDM Targetkan Operasi Awal 2026
Selain penguatan rantai pasokan industri listrik, pabrik baterai dapat menjadi salah satu kunci agar meningkatkan nilai tambah nikel hingga mempercepat adopsi kendaraan listrik di tanah air.-Disway/Dimas Rafi-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pastikan pabrik baterai listrik berbahan baku nikel akan mulai beroperasi dalam waktu dekat di Karawang, Jawa Barat.
Seperti diketahui, bahwa pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Aneka Tambang alias Antam (ANTM)-IBC-CBL pada Juni 2025 lalu.
BACA JUGA:Kasus Pramugari Gadungan Batik Air, Ini Syarat Kerja di Maskapai
BACA JUGA:54 Kode Redeem FF Hari Ini 9 Januari 2026, Cek Cara Klaim Rewards Gratis untuk Pemain!
Dengan begitu, lanjut Bahlil, pemerintah siap mengoperasikan baterai listrik menggandeng Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC) demi berlangsungnya ekosistem kendaraan listrik nasional.
"Ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di-groundbreaking oleh Bapak Presiden Prabowo di Karawang yang punya CATL, direncanakan pada semester I 2026 itu sudah kita resmikan," jelas Bahlil di Jakarta pada Kamis, 8 Januari 2026.
Selain penguatan rantai pasokan industri listrik, pabrik baterai dapat menjadi salah satu kunci agar meningkatkan nilai tambah nikel hingga mempercepat adopsi kendaraan listrik di tanah air.
BACA JUGA:PBNU dan Muhammadiyah Kompak Tegaskan Tidak Terkait Pelapor Pandji
BACA JUGA:PBNU Bantah Laporkan Pandji Pragiwaksono terkait Mens Rea, Justru Kita Butuh Humor dan Ketawa
"Jadi berarti sudah ada dua nanti pabrik baterai kita di Indonesia yang ekosistem baterai mobil dari nikel, bahan baku nikel," sebut Bahlil.
Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan pengelolaan produksi telah menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tetap menjaga keseimbangan ketersediaan bijih nikel, harga stabil serta keberlanjutan industri pengolahan.
Untuk itu, pemerintah terus memantapkan komitmennya agar paskan bijih nikel dapat sejalan dengan kebutuhan di industri hilir, terutama ekosistem baterai kendaraan listrik dalam negeri
"Kita akan menyesuaikan antara kebutuhan industri dan supply ore nikel kita," pungkas Bahlil.
BACA JUGA:Head to Head Lengkap Persib vs Persija Jelang Super League 2026, Siapa Lebih Unggul?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: