Warga Aceh dari Bireuen hingga Tamiang Minta Hunian Tetap, Tak Mau Sementara

Warga Aceh dari Bireuen hingga Tamiang Minta Hunian Tetap, Tak Mau Sementara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa sejumlah warga di wilayah Bireuen dan Aceh Tamiang tidak ingin untuk menempati hunian sementara yang dibangun oleh pemerintah imbas dari bencana banjir.--Hasyim Ashari

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.114 kepala keluarga (KK) sudah bisa mencairkan bantuan tersebut untuk memulai kehidupan yang lebih layak di luar pengungsian.

"DTH ini Dana Tunggu Hunian yang 500 ribu per bulan per KK. Ini sudah rekening disiapkan itu sudah 6.190 rekening dari total 15.000 yang disiapkan," tutur Abdul.

"Sisanya ini masih berproses validasi NIK khususnya proses kita dengan Dukcapil. Nah dari yang 6.190 ini, itu sudah tersalur per hari ini 1.114 KK. Jadi yang 1.114 ini rekening sudah ditangan dan bisa mencairkan anggaran yang 500 ribu per bulan per KK. Ini anggaran untuk kontrak rumah dalam tanda kutip, artinya mereka tidak masuk ke Huntara, memilih tidak ke Huntara tetapi memilih untuk tinggal di rumah kerabat saudara atau mengontrak rumah," sambungnya.

BACA JUGA:Usung Teknologi Canggih untuk Hunian Urban Premium, Haier Luncurkan Mesin Cuci L+ All in One 24 Kg

Meski ada permintaan Huntap langsung di Bireuen, pengerjaan fisik di wilayah lain seperti Pidie menunjukkan progres signifikan. Di sana, Huntara dijadwalkan selesai dalam hitungan hari.

"Untuk wilayah Pidie, kita hanya butuh 1-2 hari lagi untuk penyelesaian area dalam. Targetnya, awal minggu depan masyarakat sudah bisa mulai menempati hunian tersebut," pungkas Abdul.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads