Gak Gratis! Vaksin Super Flu Masih Bayar Meski Kasus Melonjak, Pramono Ungkap Alasannya

Gak Gratis! Vaksin Super Flu Masih Bayar Meski Kasus Melonjak, Pramono Ungkap Alasannya

Ilustrasi: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, vaksin Super Flu saat ini masih berbayar di sejumlah fasilitas kesehatan.--iStockphoto

BACA JUGA:Vaksin Flu Tak Wajib, Kemenkes Sebut Makan Bergizi dan Istirahat Jadi Tameng Utama Hadapi 'Super Flu'

Ani memaparkan, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, super flu sudah menyebar di delapan provinsi di Indonesia sejak 25 Agustus 2025.

Delapan provinsi yang ditemukan kasus super flu tersebut yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Untuk mengantisipasi super flu masuk ke Jakarta, Dinkes aktif menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas tiap kota dan 1 Rumah Sakit (RS).

"Untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta," jelasnya.

BACA JUGA:Gubernur DKI Pramono Anung Perintahkan Dinkes Siaga Hadapi Super Flu

Fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga sambung Ani telah diinformasikan mengenai kewaspadaan penyebaran super flu dan mengenali gejala serta tanda penyakit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads