Gak Gratis! Vaksin Super Flu Masih Bayar Meski Kasus Melonjak, Pramono Ungkap Alasannya
Ilustrasi: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, vaksin Super Flu saat ini masih berbayar di sejumlah fasilitas kesehatan.--iStockphoto
JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, vaksin Super Flu saat ini masih berbayar di sejumlah fasilitas kesehatan.
Pasalnya kata Pramono, vaksinasi Super Flu belum menjadi program pemerintah pusat (Pempus).
"Bagi masyarakat yang ingin divaksin, memang vaksinnya masih vaksin berbayar, karena memang belum menjadi program dari pemerintah pusat," kata Pramono di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat pada Minggu, 11 Januari 2026.
BACA JUGA:Dinkes DKI Sediakan Vaksin Super Flu Berbayar, Dibuka untuk Masyarakat Umum
Meski belum jadi program resmi dari pemerintah pusat, DKI Jakarta tetap menyediakan vaksin Super Flu sebagai langkah preventif atau pencegahan.
"Tetapi itu bisa menjadi preventif. Dan di Jakarta bisa melakukan itu," katanya.
Pramono memastikan hingga sekarang ini belum ditemukan kasus Super Flu di Jakarta.
BACA JUGA:Menkes Buka Suara: Campak Lebih Ditakuti daripada Virus 'Super Flu' di Pengungsian Bencana
Meski begitu, dirinya telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk melakukan langkah pencegahan dan penangan Super Flu.
"Itu saya sudah berkali-kali menyampaikan kepada Ibu Kepala Dinas Kesehatan, Bu Ani (Kepala Dinkes) untuk melakukan preventif, persiapan," pungkasnya.
BACA JUGA:Tak Perlu Panik, Kemenkes Nilai ‘Super Flu’ Tak Ganggu Kegiatan Sekolah
Sebelumnya Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, layanan vaksinasi Super Flu berbayar tersebut dibuka untuk masyarakat umum.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin Influenza bisa datang langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat.
"Masyarakat bisa mendapatkan vaksin influenza ini di faskes-faskes (fasilitas kesehatan) termasuk di RSUD kami," kata Ani.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: