Ramai Isu Organisasi Domino Ganda, PB PORDI Buka Suara Lewat Rapat Pleno
PB PORDI Klarifikasi Polemik Olahraga Domino dan Tegaskan Komitmen KONI-Risto Risanto-Disway.id
JAKARTA, DISWAY.ID - Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) secara resmi mengambil sikap organisatoris melalui Rapat Pleno PB PORDI untuk dapat merespons perkembangan eksistensi olahraga domino di Indonesia.
Rapat tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat PB PORDI, Jalan Percetakan Negara Nomor 158, Cempaka Putih, Jakarta pada Senin, 12 Januari 2025.
PB PORDI menyambut positif antusiasme masyarakat Indonesia yang kian besar dalam menghidupkan olahraga domino.
Hal ini sejalan dengan perjalanan organisasi yang kini memasuki usia enam tahun, sejak pertama kali memperkenalkan domino sebagai olahraga prestasi, bukan sekadar permainan rekreasi.
Dalam perjalanannya, PB PORDI secara konsisten menginisiasi domino agar dapat dipertandingkan secara resmi di berbagai ajang olahraga, mulai dari PON, PORPROV, hingga PORKAB, di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Bahkan, dalam jangka panjang, PORDI juga membuka peluang terbentuknya federasi olahraga domino di tingkat internasional.
BACA JUGA:Ketum KONI Pusat Puji MilkLife Soccer Challenge: Lahirkan Generasi Emas Sepak Bola Putri
PB PORDI Menyikapi Munculnya Organisasi Domino Lain
PB PORDI turut mencermati berbagai opini yang berkembang di media terkait kemunculan organisasi lain yang mengatasnamakan olahraga domino. Terlebih, kehadiran sejumlah pejabat negara dalam deklarasi organisasi tersebut kerap ditafsirkan sebagai bentuk legitimasi.
Menanggapi hal itu, PB PORDI menilai perlu adanya pelurusan secara proporsional dan objektif. Dalam setiap langkahnya, PB PORDI tetap berpedoman pada mekanisme resmi sesuai arahan lisan dan rekomendasi tertulis dari KONI dalam proses pengurusan legalitas olahraga domino di bawah naungan KONI.
PB PORDI menegaskan bahwa organisasi ini telah mengantongi legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan HAM, berdasarkan Rekomendasi KONI Nomor 485 A/UMM/V/2022 tertanggal 24 Mei 2022. Dalam rekomendasi tersebut secara tegas dinyatakan bahwa tidak terdapat organisasi lain dengan nama dan bidang olahraga yang sama seperti PORDI.
Atas dasar itu, PB PORDI meyakini bahwa KONI, Kemenpora, dan Kementerian Hukum dan HAM tetap berpegang pada komitmen tersebut.
Rapat Pleno Bahas Dinamika dan Konsistensi Regulasi
Meski demikian, karena secara faktual sejumlah pejabat dari KONI, Kemenpora, dan Kemenkumham terlihat hadir dalam deklarasi organisasi lain yang mengklaim sebagai organisasi olahraga domino, PB PORDI merasa perlu menggelar Rapat Pleno sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan.
Rapat ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PB PORDI Dr. KH. Andi Jamaro Dulung, MSI, Wakil Ketua Umum Dr. (C) H. Andi Rukman Nurdin Karumpa, serta Sekretaris Jenderal Prof. Dr. H. Mansyur Achmad, MSi. Hadir pula jajaran pengurus harian PB PORDI, termasuk bidang organisasi, pertandingan dan perwasitan, litbang dan prestasi, hukum, serta para ketua departemen tingkat pusat.
Dari rapat tersebut, PB PORDI menilai bahwa geliat olahraga domino kini semakin terasa di berbagai lapisan masyarakat. Permainan domino kini dimainkan secara terbuka, mulai dari wilayah pinggiran hingga hotel berbintang, sejak PB PORDI memperkenalkannya dalam kerangka olahraga prestasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: