Redam Euforia, PSSI Uji John Herdman dengan Target Realistis di Timnas, Sumardji: Belajar dari Pengalaman Sebelumnya!

Redam Euforia, PSSI Uji John Herdman dengan Target Realistis di Timnas, Sumardji: Belajar dari Pengalaman Sebelumnya!

NYAMAN TINGGAL DI INDONESIA! John Herdman bagi fokus jelang FIFA Series, Dua pemain baru didatangkan-Tangkapan Layar Instagram@timnasindonesia-

JAKARTA, DISWAY.ID -- PSSI resmi menunjuk pelatih asal Inggris, John Herdman, sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia.

Meski Herdman dikenal sebagai “pembuat sejarah” setelah sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, usai lebih dari 30 tahun absen, PSSI memilih bersikap realistis dan tidak larut dalam euforia berlebihan saat memperkenalkannya ke publik.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa federasi ingin belajar dari pengalaman sebelumnya.

BACA JUGA:Pesta Gol di Anfield! Liverpool Tekuk Barnsley, Szoboszlai Tampil Spektakuler di FA Cup

BACA JUGA:Sempat Ditunda PSSI, John Herdman sebagai Pelatih Timnas Resmi Diumumkan Hari Ini

Oleh karena itu, penunjukan Herdman dilakukan secara sederhana, dengan fokus utama pada proses dan target jangka panjang, bukan sekadar sensasi awal.

Sumardji menjelaskan bahwa penunjukan John Herdman melalui proses yang panjang dan matang.

"Atas arahan langsung Ketua Umum PSSI, BTN bersama Direktur Teknik Alexander melakukan pencarian kandidat pelatih yang benar-benar sesuai dengan karakter sepak bola Indonesia," kata Sumardji di slah satu telvevisi swasta, Senin 12 Januari 2026.

Sumardji menambahkan, awalnya BTN mengantongi lebih dari 10 nama, bahkan mendekati 20 kandidat.

"Ada pelatih besar, ada juga pelatih level menengah. Setelah dipersempit, tinggal lima nama yang kami dalami secara detail, mulai dari statistik, rekam jejak, hingga visi,” ujar Sumardji.

BACA JUGA:Resmi Berpisah! Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid, Los Blancos Tunjuk Alvaro Arbeloa Jadi Pelatih Baru

BACA JUGA:Kelakar Beckham Usai Bawa Persib Menang atas Persija: Mereka Terpancing Ketengilan Saya

Dari lima nama tersebut, hanya dua pelatih yang bersedia datang langsung ke Indonesia untuk menjalani wawancara mendalam.

Salah satu poin krusial dalam penilaian PSSI adalah kesediaan pelatih untuk tinggal di Indonesia, memahami budaya lokal, iklim sepak bola nasional, serta aktif memantau kompetisi liga dan berkomunikasi dengan pelatih klub.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads