Perang Timur Tengah Goyang Dunia Ekspor, Pertamina Lubricants Wait and See

Perang Timur Tengah Goyang Dunia Ekspor, Pertamina Lubricants Wait and See

Pertamina Lubricants pantau terus perkembangan dan situasi di Timur Tengah.-Dimas Rafi/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Dampak perang yang terjadi di Timur Tengah membuat pelayaran di Selat Hormuz, Iran, ditutup total. Hal tersebut merupakan respons tegas Iran setelah digempur oleh angkatan militer Amerika Serikat dan Israel.

Ditutupnya perairan Laut Merah, maka membuat rantai pasokan energi global terhambat. Tak terkecuali base oil yang menjadi bahan baku produksi pelumas.

Merespons peristiwa yang terjadi beberapa periode terakhir, VP Marketing PT Pertamina Lubricants Nugroho Setyo Utomo menjelaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM.

BACA JUGA:Konflik Timur Tengah Memanas, Pengamat Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Bukan tanpa alasan, Pertamina Lubricants merupakan anak perusahaan Pertamina Persero yang memproduksi dan mengekspor pelumas.

"Kita juga koordinasi dengan tentunya pemerintah guna antisipasi apa yang terjadi. Kan semuanya masih wait and see," kata Nugroho di Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026.

Selain itu, Pertamina Lubricants akan melakukan konsolidasi secara internal untuk memastikan ketersediaan bahan baku base oil sebagai komponen penting dalam produksi pelumas.

Pemetaan tersebut dilakukan Pertamina Lubricants agar mengurangi potensi kerugian dari dampak perang di Timur Tengah terhadap pasar ekspor serta ketersediaan bahan baku.

BACA JUGA:Kontribusi Nyata Saat Bencana Jadi Kado Spesial HUT Satpol PP-Linmas ke-76

"Yang kita antisipasi terutama dampaknya kepada bahan baku. Dari sisi energi sendiri pasti akan berpengaruh. Kalau crude nanti dioptimalkan untuk kebutuhan tertentu, kita juga harus mempertimbangkan bagaimana menyeimbangkannya dengan kebutuhan base oil," ungkap dia.

Selain memantau perkembangan geopolitik, Pertamina Lubricants juga memperkuat cadangan dalam negeri guna menjaga stabilitas distribusi produk domestik.

"Stok dalam negeri pasti kita perkuat ketersediaannya," tutup Nugroho.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan kebutuhan industri dan masyarakat tetap terpenuhi, di tengah potensi volatilitas harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.

BACA JUGA:Kemlu Evakuasi WNI dari Iran Bertahap, 32 Orang Dipulangkan via Azerbaijan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads