Konflik Timur Tengah Memanas, Pengamat Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Konflik Timur Tengah Memanas, Pengamat Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Sofyano Zakaria Bicara Soal Dampak Perang Iran-Israel---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Meningkatnya konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai berpotensi memicu gangguan serius terhadap pasokan energi global dan harga minyak dunia.

Pengamat kebijakan energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI), Sofyano Zakaria, menilai eskalasi konflik Timur Tengah dapat berdampak langsung terhadap ketahanan energi nasional Indonesia.

Menurut Sofyano Zakaria, kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi utama minyak dunia sekaligus jalur strategis distribusi pasokan energi global.

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia dan memicu kenaikan tajam harga minyak mentah global.

“Jika konflik Timur Tengah terus meningkat, maka dampaknya bisa terasa pada harga minyak dunia dan stabilitas pasokan energi global,” ujar Sofyano Zakaria.

BACA JUGA:Sofyano Zakaria: Minyak dari Bumi Indonesia Harus Utamakan Rakyat, Bukan Diekspor!

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional Indonesia, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dan BBM.

Karena itu, pemerintah Indonesia dinilai perlu segera memperkuat sistem ketahanan energi nasional untuk mengantisipasi potensi krisis pasokan energi

Salah satu langkah penting untuk menjaga ketahanan energi nasional adalah dengan meningkatkan cadangan minyak, BBM, dan LPG nasional.

Selama ini, penyediaan cadangan energi nasional masih banyak bergantung pada PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi milik negara.

Namun menurut Sofyano Zakaria, pengelolaan cadangan energi strategis nasional seharusnya menjadi tanggung jawab negara melalui pemerintah, bukan hanya dibebankan kepada Pertamina.

Ia menegaskan bahwa di banyak negara, pengelolaan cadangan energi strategis dilakukan langsung oleh pemerintah sebagai bagian penting dari ketahanan energi nasional.

BACA JUGA:Sofyano Zakaria Yakin BBM dan Elpiji Aman Saat Ramadhan-Idul Fitri 2026, Ini Alasannya

“Sudah waktunya pemerintah mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan dan pengelolaan cadangan minyak, BBM, dan LPG nasional sebagai bagian dari sistem ketahanan energi nasional,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads