Danur: The Last Chapter Resmi Jadi Penutup, Risa Saraswati Ucapkan Perpisahan
MD Pictures Tutup Saga Danur dengan Kualitas Premium dan Layar IMAX---Dok. Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID - Industri film horor Indonesia tengah bersiap menyambut momen besar.
MD Pictures secara resmi mengumumkan bahwa kisah panjang Danur Universe akan mencapai akhir melalui film terbaru berjudul Danur: The Last Chapter.
Film ini menjadi penutup perjalanan Risa Saraswati, karakter yang telah menemani penonton selama lebih dari satu dekade.
Sebagai penutup dari salah satu waralaba horor tersukses di Indonesia, MD Pictures menegaskan bahwa film ini tidak dibuat setengah-setengah. Standar produksi tinggi diterapkan sejak awal, mulai dari visual, tata suara, hingga pengalaman menonton yang dirancang lebih imersif dibandingkan film-film Danur sebelumnya.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Danur Universe, Danur: The Last Chapter akan hadir dalam format IMAX. Keputusan ini diambil demi menghadirkan sensasi horor yang lebih intens dan nyata, sehingga penonton dapat merasakan setiap detail ketegangan di layar lebar.
Produser MD Entertainment, Manoj Punjabi menegaskan bahwa kualitas adalah fondasi utama dalam proyek ini.
Langkah ini juga mendapat sambutan positif dari pihak IMAX. Setelah melalui proses peninjauan, kualitas produksi film dinilai memenuhi standar layar IMAX yang dikenal sangat selektif.
BACA JUGA:Danur: The Last Chapter Siap Tayang 2026, Teaser Poster Risa Banjir Darah Bikin Merinding!
Preetham Daniel, Vice President IMAX Asia Pasifik, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi MD Pictures.
“Kualitas produksi yang dihadirkan MD Pictures sangat selaras dengan standar IMAX. Kami antusias menghadirkan Danur: The Last Chapter kepada penonton,” ujarnya.
Proses Produksi Panjang dan Penuh Tantangan
Perjalanan menuju film penutup ini bukanlah proses singkat. Syuting dimulai pada Februari 2025 dan baru rampung pada Oktober 2025, durasi yang tergolong sangat panjang untuk ukuran film horor Indonesia.
Sutradara Awi Suryadi mengakui bahwa proyek ini menjadi tantangan terberat sepanjang ia menggarap semesta Danur.
“Danur justru jadi film paling sulit yang pernah saya tangani. Syutingnya berlangsung dari Februari sampai Oktober. Itu luar biasa melelahkan, tapi sepadan dengan hasil yang ingin kami capai,” jelasnya.
Lamanya proses produksi mencerminkan keseriusan tim dalam membangun atmosfer, detail cerita, dan kualitas teknis demi memberikan penutup yang layak bagi Danur Universe.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: