Menegangkan, Dua Pedagang Cilok Sempat Duel Sebelum Ditemukan Berlumur Darah
Ketua RT mengungkapkan bahwa dua pedagang cilok di Kembangan Utara, Jakarta Barat, sempat terlibat duel hingga satu korban terluka bersimbah darah-Disway.id/Candra Pratama-
Sementara itu, berdasarkan pengamatan reporter Disway.id di tempat kejadian perkara (TKP), bercak darah masih berlumuran di lantai. Garis kuning polisi juga terlihat belum dipasang.
BACA JUGA:Penusukan Pedagang Cilok di Kembangan, Lumuran Darah Masih Berceceran di TKP
Rumah kontrakan itu lokasinya berada di gang sempit kawasan Basmol, Kembangan Utara, Jakarta Barat. Area kontrakan terlihat berwarna hijau muda di bagian dinding.
Di sisi kiri terlihat pakaian dan jaket digantung pada tali jemuran yang membentang di sepanjang lorong atau gang sempit tersebut.
Beberapa jendela berkusen merah dan sebuah pintu berwarna merah marun tampak tertutup rapat dan lantainya terlihat berlapis keramik berwarna putih susu.
Dari depan rumah terlihat sejumlah sandal yang berceceran dengan sebuah ember dan peralatan rumah tangga berada di sudut.
Kondisi sekitar tampak sepi dan tidak menunjukkan adanya aktivitas warga. Hanya saja ada sebuah rumah yang sedang dibangun oleh para pekerja proyek persis di depan TKP.
Saat mengintip dari kaca jendela, di dalam rumah kontrakan itu terdapat sejumlah gerobak cilok ayam yang bertuliskan "Cilok Ayam Pak Kembar" disertai stempel cap halal.
Persis di samping gerobak cilok masih terdapat bercak darah yang berceceran. Waranya merah pekat. Setidaknya ada lima titik darah membekas di lantai.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum memasang garis kuning. Namun warga di sekitar TKP memang tidak terlalu penasaran, jadi terlihat sunyi di sekelilingnya.
Sebelumnya diwartakan, Kapolsek Kembangan, Kompol Mochammad Taufik, mengatakan bahwa korban dan pelaku merupakan pedagang cilok serta bekerja pada bos yang sama.
"Korban sudah ditangani di RSUD Cengkareng," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa.
Dia menepis isu yang beredar di sosial media yang menyebut korban merupakan korban pembunuhan. Sejatinya hanyalah penganiayaan.
"Penganiayaan ya, mas. Korban masih selamat," tuturnya.
Hingga saat ini polisi masih di lapangan dan di RSUD Cengkareng guna memastikan penyebab terjadinya penganiayaan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: