Lonjakan Harga Daging Bikin Pedagang Pasar Menjerit
Sebagai salah seorang pedagang yang masih melakukan pemogokan, Wahyudi mengungkapkan bahwa dengan harga daging yang terus melonjak, hal tersebut tidak hanya merugikan pelanggan, namun juga pedagang.-Disway/Bianca Chairunisa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Setelah sempat melakukan pemogokan, sebagian pedagang daging di pasar tradisional Parung, Bogor, kini terpantau sudah mulai kembali berjualan.
Kendati tidak semua pedagang kembali berjualan, sejumlah pedagang memilih untuk kembali membuka lapak dagangnya sebagai persiapan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, yang rencananya akan jatuh pada bulan Februari 2026 nanti.
BACA JUGA:Lagi, KPK Digeruduk Massa Menuntut Selidiki Dugaan Gratifikasi Oknum Staf Ahli di Kemenkeu
BACA JUGA:Kurangi Emisi Karbon, AHY Tambah Gerbon Kereta Listrik
"Kan, pastinya daging pasti bakal banyak dicari, nanti. Kita yang penting, kan, utama yang langganan, supaya gak hilang gitu kan. Kalau kita tutup, langganan gak tahu, kan," tutur Diat kepada Disway, pada Senin (26/01).
Sementara itu, Diat sendiri mengungkapkan bahwa harga daging sendiri, seperti daging sapi, masih terpantau tinggi kendati Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional hingga Satgas Pangan sudah menjamin bahwa harga sapi hidup akan dipatok seharga Rp 55 ribu per kilogram hingga lebaran nanti.
Dalam hal ini, harga daging sapi sendiri per-kilogramnya masih dijual seharga Rp 130.000.
BACA JUGA:Komisi III DPR Setujui Adies Kadir Jadi Calon Hakim MK
BACA JUGA:Iceman Memanas: Abraham Hutapea Buktikan Konsistensi dengan Dua Podium di Sentul
Menurut Diat, harga tersebut masih jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan harga pada periode Natal 2025 lalu, yang berjumlah sebesar Rp 120.000.
"Harga daging Rp 130 ribu sekarang. Kalo kemarin Rp 120 sampai Rp 125 ribu, memang lagi naik," ucap Diat.
Menurut Diat, kenaikan harga daging yang masif inilah yang menjadi kekhawatiran para pedagang daging lainnya, sekaligus menjadi alasan utama dari aksi pemogokan berjualan yang berlangsung sejak Sabtu (24/01) lalu.
"Jadi gini, kan harga timbang hidup sapinya itu lebih tinggi dari harganya dari pemotongannya ya. Buat sekarang itu kan harga daging sapi sebenarnya masih jauh untuk hari raya ya. Kalo hari raya kan sudah biasa, harga daging langsung lonjak," tutur Diat.
BACA JUGA:Inul Daratista Pingsan dan Dirawat Intensif di RS, Leukosit hingga Parasit Tinggi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: