Lonjakan Harga Daging Bikin Pedagang Pasar Menjerit

Lonjakan Harga Daging Bikin Pedagang Pasar Menjerit

Sebagai salah seorang pedagang yang masih melakukan pemogokan, Wahyudi mengungkapkan bahwa dengan harga daging yang terus melonjak, hal tersebut tidak hanya merugikan pelanggan, namun juga pedagang.-Disway/Bianca Chairunisa-

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Thomas Djiwandono Terpilih Menjadi Deputi Gubernur BI

"Tahun ini tuh, walau masih jauh ke hari raya, harga potongan sapi itu per-kilonya dari sana udah menyamai harga lebaran. Kita masih belum berani jual harga lebih dari itu," sambungnya.

Hal serupa pun juga turut diungkapkan oleh Wahyudi (47), salah seorang pedagang daging sapi di pasar tradisional Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 

Sebagai salah seorang pedagang yang masih melakukan pemogokan, Wahyudi mengungkapkan bahwa dengan harga daging yang terus melonjak, hal tersebut tidak hanya merugikan pelanggan, namun juga pedagang.

"Karena kita masih ngimbangin untuk langganan yang buat jual lagi gitu. Kayak contohnya tuh, tukang baso, restoran padang. Jadi, pedagang tuh ngerasa dirugikan lah. Jadi, ibaratnya jualan tuh, kita upah capeknya tipis," ucap Wahyudi.

BACA JUGA:ZAP Luncurkan MENOLOGY Skincare: Solusi Perawatan Kulit Khusus Pria Modern

BACA JUGA:Berniat Menikah tapi Tak Tercatat di KUA, Kemenag Ingatkan Risikonya Bagi Pasangan

Sementara itu dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi umum secara bulanan saat momen Nataru berada di angka yang cukup baik di 0,64 persen pada Desember 2025. 

Untuk diketahui, dalam 5 tahun terakhir inflasi umum secara bulanan di bulan Desember selalu berada di bawah 1 persen.

Sementara, khusus inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) atau kerap disebut sebagai inflasi pangan, juga belum pernah melampaui limit kewajaran tingkat inflasi di momen Ramadan dan Idulfitri. Dalam 5 tahun terakhir, inflasi pangan secara bulanan selama Ramadan dan Idulfitri senantiasa berada kurang dari 3 persen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads