Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, KII Ungkap Pengusaha Masih Optimis

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, KII Ungkap Pengusaha Masih Optimis

Ilustrasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Kadin Indonesia Institute mengklaim para pengusaha tetap optimis di tahun 2026.-Freepik-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kendati kondisi perekonomian global masih terus menunjukkan ketidakpastian, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia justru mengungkapkan bahwa para pengusaha tetap mempertahankan kepercayaan diri dalam menyambut dinamika tahun 2026 ini.

Dalam hal ini, Ketua Pengurus Kadin Indonesia Institute (KII) Mulya Amri, turut menyatakan bahwa Survei perdana Business Pulse yang diselenggarakan oleh KII, sentimen positif di kalangan pelaku usaha mencapai 40 persen, lebih tinggi dibandingkan sentimen negatif sebesar 35 persen. 

Adapun responden yang menilai kondisi usaha biasa saja tercatat 25 persen. Diketahui, faktor utama pendorong sentimen positif tersebut adalah perbaikan atau perkembangan pasar sebesar 38 persen, disusul persaingan usaha yang lebih kondusif (24 persen) dan regulasi yang membaik (23 persen).

BACA JUGA:Kronologi Konflik Brooklyn Beckham dan Orang Tuanya, Berawal Sejak Menikahi Nicola Peltz

BACA JUGA:Indonesia Master 2026 Berhadiah Rp8,4 Miliar, PBSI Tantang Felisha Cs Rebut Medali Emas

"Ini adalah survei sentimen dunia usaha yang dirancang sebagai instrumen pemantauan cepat dan berkala terhadap kondisi bisnis dan perekonomian nasional," tegas Mulya kepada media secara daring, pada Senin (18/01).

Dalam hal ini, Mulya menambahkan, KII melalui Kadin Business Pulse melakukan pengukuran perkembangan dunia usaha melalui survei terhadap anggota Kadin yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa survei perdana ini dilaksanakan pada 1–23 Desember 2025 dengan melibatkan 155 responden anggota Kadin Indonesia dari berbagai daerah, sektor, dan skala usaha.

"Inisiatif ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pemantauan ekonomi yang lebih ringkas dan responsif, sejalan dengan target," jelasnya.

BACA JUGA:Fakta Pemotongan Anggaran Pendidikan untuk Program MBG Dibeberkan Wakil Kepala BGN: Menteri Keuangan Ungkap Sumber Dana

BACA JUGA:Rincian Harta Kekayaan Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK Rp31,5 Miliar, Tak Punya Utang

Dalam hasil survei tersebut, disebutkan juga bahwa sentimen positif di kalangan pelaku usaha tercatat 40 persen, lebih tinggi dibandingkan sentimen negatif sebesar 35 persen. 

Sementara itu, pendorong utama sentimen positif adalah perbaikan atau perkembangan pasar (38 persen), disusul persaingan usaha yang lebih kondusif (24 persen), serta regulasi yang membaik (23 persen). Hasil survei ini menunjukkan optimisme pelaku usaha dalam memasuki tahun 2026.

Untuk menjaga sentimen positif tersebut, Mulya menyatakan sejumlah area perlu mendapat perhatian dan ditingkatkan. Area prioritas utama adalah perbaikan kebijakan dan regulasi pemerintah (20 persen), diikuti akses pembiayaan (17 persen), permintaan (13 persen), serta tenaga kerja (9 persen).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads