AFCON Memanas! Senegal Protes Keras Keputusan Wasit di Final Kontra Maroko
Final Piala Afrika Diwarnai Kontroversi Wasit, Ketegangan Maroko dan Senegal Picu Sorotan Dunia-@caf_online-Instagram
Puncak kontroversi terjadi di final, yang dipimpin oleh wasit asal Kongo, Jean-Jacques Ndala. Keputusan-keputusannya langsung menjadi sorotan internasional.
Mantan wasit internasional Prancis, Bruno Derrien, menilai Ndala tidak memiliki otoritas dan ketegasan yang cukup untuk mengendalikan situasi krisis di laga sepenting final AFCON.
Menurut Derrien, gol Senegal yang dianulir akibat dugaan pelanggaran terhadap bek Paris Saint-Germain, Achraf Hakimi, seharusnya ditangani dengan lebih hati-hati.
“Ada kontak, tetapi sangat ringan. Wasit meniup peluit terlalu cepat. Jika permainan dibiarkan berlanjut, VAR kemungkinan besar akan mengesahkan gol tersebut,” ujar Derrien kepada AFP.
Beberapa menit kemudian, Ndala memberikan penalti kepada Maroko setelah bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, menarik leher Brahim Diaz saat situasi sepak pojok. Derrien menilai keputusan itu juga masih bisa diperdebatkan, terutama karena terjadi di tengah tensi pertandingan yang sudah sangat tinggi.
BACA JUGA:Inggris vs Senegal: Pasukan Thomas Tuchel Diterkam Singa dari Teranga!
Protes Senegal dan Ketegangan di Lapangan
Keputusan penalti tersebut memicu keributan besar. Ndala dikepung pemain dan staf dari kedua tim, sementara sorakan dan siulan keras dari pendukung tuan rumah semakin memperkeruh suasana saat wasit menuju monitor VAR.
Sebagai bentuk protes, beberapa pemain Senegal memilih meninggalkan lapangan, membuat pertandingan tertunda hampir 20 menit. Dalam situasi ini, Ndala dinilai terlalu pasif, padahal regulasi sepak bola memungkinkan pemberian kartu kuning kepada pemain yang sengaja menunda pertandingan atau meninggalkan lapangan tanpa izin.
Jika aturan itu diterapkan secara tegas, beberapa pemain Senegal yang telah mengantongi kartu kuning berpotensi dikeluarkan dari pertandingan.
FIFA Bereaksi, CAF Diminta Bertindak
Menanggapi insiden tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino pada Senin mengutuk perilaku sebagian suporter, pemain, dan staf teknis Senegal. Ia menyerukan kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) untuk mengambil langkah dan sanksi yang dianggap perlu demi menjaga integritas kompetisi.
Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi AFCON, yang sebelumnya mendapat banyak pujian atas kualitas organisasi dan atmosfer turnamen. Kontroversi wasit di laga final kini meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi CAF untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sepak bola Afrika.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: