Ini 3 Menu MBG Selama Bulan Ramadan, Cek Skema Distribusi ke Wilayah Muslim dan Non-Muslim

Ini 3 Menu MBG Selama Bulan Ramadan, Cek Skema Distribusi ke Wilayah Muslim dan Non-Muslim

Badan Gizi Nasional akan menyiapkan tiga menu makan bergizi gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan. Skema distribusi juga akan terbagi dua, yakni mayoritas muslim dan non-muslim.-Foto: Hasyim Ashari/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan dengan penyesuaian khusus.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menepis kekhawatiran publik mengenai penggunaan makanan ultra-proses (Ultra-Processed Food/UPF) dalam menu Ramadan demi mengejar ketahanan pangan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Dadan mengklarifikasi bahwa meski menu dirancang agar tidak mudah basi, hal itu bukan berarti mengandalkan produk pabrikan yang sarat bahan kimia atau pengawet tinggi.

BACA JUGA:Alasan Anak Hasil Pernikahan Siri Dapat MBG, Sisir Data ke Tingkat RT

"Khusus Ramadan, kami memang menyiapkan jenis makanan yang tidak cepat rusak, namun tetap bukan kategori ultra-proses," tegas Dadan di hadapan para anggota dewan, Rabu 21 Januari 2026.

Mengutamakan Olahan Tradisional yang Awet

Dadan menjelaskan bahwa timnya memilih bahan pangan yang secara alami memiliki daya tahan lebih lama atau melalui proses pengolahan sederhana yang aman.

Fokus utamanya adalah makanan yang mampu bertahan hingga 12 jam agar tetap layak dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

BACA JUGA:'Susu Sekolah' Program MBG Bikin Heboh Medsos, BGN Beri Respons Tegas!

Beberapa contoh menu yang akan disajikan antara lain:

1. Abon: Protein hewani yang sudah dikeringkan sehingga awet secara alami.

2. Telur Rebus dan Telur Pindang: Teknik memasak tradisional yang membuat telur tidak mudah terkontaminasi bakteri dalam waktu singkat.

3. Olahan Lokal: Berbagai produk pangan hasil komunitas lokal yang memiliki karakteristik tahan lama tanpa mengabaikan aspek nutrisi.

Skema Distribusi, Dibawa Pulang atau Makan di Tempat?

BGN juga telah memetakan mekanisme pembagian agar tidak mengganggu ibadah puasa para siswa. Strategi distribusi dibagi berdasarkan demografi wilayah:

- Wilayah Mayoritas Muslim: Makanan akan tetap dibagikan di sekolah pada siang atau sore hari. Namun, para siswa diminta membawa makanan tersebut pulang ke rumah untuk disantap sebagai menu berbuka puasa. Langkah ini diambil agar target asupan gizi harian anak tetap terpenuhi meski pola makannya bergeser.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads