6 Tips Aman Naik Motor Matic Saat Hujan dan Menerobos Genangan Air

6 Tips Aman Naik Motor Matic Saat Hujan dan Menerobos Genangan Air

Cara Terobos Banjir dengan mengendarai motor matic-kroshka__nastya-Freepik

JAKARTA, DISWAY.ID - Musim hujan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara motor, terutama pengguna motor matic.

Selain jalanan yang licin, genangan air bahkan banjir kerap membuat pengendara waswas.

Jika tidak ditangani dengan cara yang tepat, risiko motor mogok hingga kerusakan mesin bisa saja terjadi.

Lalu, bagaimana cara naik motor matic yang aman saat hujan dan banjir? Simak panduan berikut agar perjalanan tetap aman dan motor tetap awet.

BACA JUGA:Banjir Jakarta Kepung Senayan, Belakang Gedung DPR Tergenang 70 Centimeter

Cara Selamat Naik Motor Matic Saat Musim Hujan

1. Kenali Batas Aman Genangan Air untuk Motor Matic

Hal paling penting yang wajib diperhatikan adalah ketinggian air. Untuk motor matic, batas aman genangan air maksimal berada di sekitar dek kaki. Mengapa demikian? Karena posisi dek kaki sejajar dengan filter udara.

Jika air melewati batas ini, ada risiko air masuk ke saluran udara, tersedot ke mesin, dan menyebabkan motor mogok mendadak.

2. Jangan Memaksakan Diri, Dorong Motor Jika Terpaksa

Jika tujuan Anda berada di area yang tergenang cukup tinggi dan tidak ada alternatif jalan lain, jangan nekat menerobos banjir dengan mesin menyala. Cara paling aman adalah turun dan mendorong motor.

Saat mesin mati, tidak ada udara yang tersedot ke dalam mesin, sehingga risiko air masuk ke ruang bakar bisa diminimalkan.

BACA JUGA:Update Titik Lokasi Banjir Jakarta Imbas Hujan Deras Pagi Ini, Pengendara Hindari Kawasan ITC Mangga Dua!

3. Waspadai Busi yang Basah

Setelah melewati genangan air, motor terkadang terasa brebet atau sering mati mendadak. Salah satu penyebab paling umum adalah busi yang basah.

Disarankan untuk selalu membawa toolkit standar bawaan motor. Jika motor mulai tidak stabil, Anda bisa membuka busi, membersihkannya sementara dengan kain kering, lalu memasangnya kembali. Namun, sebaiknya ganti busi dalam satu hingga dua minggu setelah motor terkena banjir agar performa kembali optimal.

4. Cek Oli Mesin, Jangan Sampai Tercampur Air

Air banjir yang masuk ke mesin bisa bercampur dengan oli dan mengurangi fungsi pelumasan. Cara mengeceknya cukup mudah, yakni melalui dipstick oli.

Jika warna oli berubah menjadi cokelat susu atau keruh, itu tanda oli sudah tercampur air dan harus segera dikuras dan diganti. Oli yang tercampur air dapat menyebabkan gesekan berlebih pada komponen mesin dan berisiko merusak mesin dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads