Pedagang Daging Mogok Jualan Selama 3 Hari, Pramono: Saya Yakin Tetap Berjualan

Pedagang Daging Mogok Jualan Selama 3 Hari, Pramono: Saya Yakin Tetap Berjualan

Meski beberapa pedagang tetap datang ke pasar, mereka hanya duduk-duduk di samping lapak dagangannya. Salah satu pedagang daging Muchtar (60) dirinya memilih mogok berjualan sebagai bentuk protes atas kenaikan harga yang tidak wajar.-Disway/Cahyono-

"Tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya untuk berjualan," tegasnya.

Sementara pantauan di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, terlihat pedagang daging sapi mogok berjualan.

Lapak-lapak pedagang daging sapi terlihat kosong ditinggal pemiliknya. 

BACA JUGA:Banjir Bikin Jalan Arjuna Utara Lumpuh, Pengendara Motor Jangan Nekat!

BACA JUGA:Cek Kalender Februari 2026 Lengkap Hari Besar Nasional dan Internasional, Ada Long Weekend Imlek!

Meski beberapa pedagang tetap datang ke pasar, mereka hanya duduk-duduk di samping lapak dagangannya.

Salah satu pedagang daging Muchtar (60) dirinya memilih mogok berjualan sebagai bentuk protes atas kenaikan harga yang tidak wajar.

Dari harga normal Rp85-90 ribu, kata Muchtar kini harga daging sapi di pasaran sudah naik menjadi Rp130 ribu per kilogram (Kg).

Sementara untuk harga potong daging sapi di RPH terang Muchtar, kini sudah tembus Rp110 ribu per Kg.

"Itu harganya naik melulu ya Rp130 ribu per kilo. Biasanya kan Rp85-90 ribu," kata Muchtar di lokasi.

BACA JUGA:Gelar Business Matching Pati Ubi Kayu, Gubernur Lampung Apresiasi Tinggi Kemenperin

BACA JUGA:Terseret Arus Sungai Melau Praya, Jenazah Pawan Ditemukan di Pantai Gading Mataram

Dikatakan, harga daging sapi mengalami kenaikan secara perlahan selama satu bulan terakhir.

Muchtar menduga kenaikan daging sapi disebabkan tingginya permintaan menjelang bulan puasa.

"Ya sekitar udah sebulanan. Dari pas ini aja nih mau puasa," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads