14 Korban Longsor Pasirlangu Dievakuasi Tim SAR, Medan Terjal dan Material Labil

14 Korban Longsor Pasirlangu Dievakuasi Tim SAR, Medan Terjal dan Material Labil

Sebanyak 14 korban longsor Pasirlangu dievakuasi Tim SAR dengan kondisi medan yang curan dan material labil.-Dimas Rachmatsyah - Jabar Ekspres-

JAKARTA, DISWAY.ID - Sebanyak 14 korban longsor Pasirlangu dievakuasi Tim SAR dengan kondisi medan yang curan dan material labil.

Sebanyak puluhan korban hingga saat ini masih dalam pencarian oleh Tim SAR akibat longsor yang terjadi di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Minggu 25 Januari lalu.

Sejauh ini, korban meninggal dunia yang temukan mencapai 25 orang dan sekitar 80 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Secara keseluruhan, sebanyak 113 orang menjadi korban dan sebanyak 23 warga lainnya berhasil selamat.

BACA JUGA:Update Bencana Tanah Longsor di Bandung Barat, 9 Tewas dan 81 Orang Hilang

BACA JUGA:Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi Longsor Bandung Barat, Pastikan Penanganan Cepat dan Terpadu

Ade Dian Permana selaku Koordinator Operasi SAR Bandung menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pencarian pada hari ini Senin 26 Januari 2026.

“Proses pencarian dilakukan sejak pagi hari dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, hingga relawan,” paparnya.

Tim SAR membagi area pencarian ke beberapa sektor untuk mempercepat evakuasi. Dalam operasi hari ini, tujuh korban ditemukan di sektor A1, enam korban di sektor A2, dan satu korban di sektor B1. Seluruh korban langsung dibawa ke posko utama untuk proses identifikasi.

“Pola pencarian dilakukan secara terpadu dengan menggabungkan penggunaan alat berat, penyisiran manual oleh personel, serta pemantauan dari udara menggunakan drone UAV,” katanya.

BACA JUGA:Apa Itu Ikrar Pelajar Indonesia yang Wajib Dibaca saat Upacara di Sekolah? Berikut Isi dan Poinnya

BACA JUGA:’Haram’ Ada Kata Gagal, Menhaj Gus Irfan Semangati Petugas Haji 2026: Pionir Sejarah!

Meski demikian, tim menghadapi berbagai kendala. Medan terjal, material longsor yang labil, dan cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan berat.

Untuk menjaga keselamatan, operasi pencarian dihentikan sementara pada sore hari dan dijadwalkan dilanjutkan esoknya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads