Pramono: Secara Tata Ruang Jakarta Tak Mungkin Bebas Banjir

Pramono: Secara Tata Ruang Jakarta Tak Mungkin Bebas Banjir

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut secara tata ruang tidak mungkin Jakarta bisa terbebas dari banjir-disway.id/Cahyono-

Proses pembebasan lahan sudah dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Sementara untuk normalisasi Kali Krukut akan dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta pada tahun ini.

Proyek normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 Km tersebut sebagai upaya menanggulangi banjir di kawasan Kemang dan sekitarnya.

BACA JUGA:Lonjakan Harga Daging Bikin Pedagang Pasar Menjerit

BACA JUGA:Permukiman Lebih Rendah dari Sungai Jadi Penyebab Banjir Jakarta Lama Surut, Pramono Ngaku Sulit Benahi Tata Ruang

Total sebanyak 65 bidang tanah di bantaran Kali Krukut yang akan dibebaskan dengan skema ganti untung.

"Inilah salah satu solusi jangka menengah yang kami lakukan untuk mengatur banjir di Jakarta," ujar Mas Pram sapaan akrabnya.

Sedangkan untuk penanganan banjir jangka pendek, Pramono gencar melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pengerukan kali dan waduk.

Politisi PDI Perjuangan itu pun telah menyiapkan anggaran untuk operasi modifikasi cuaca selama satu bulan.

Kemudian untuk pengerukan sedimen atau lumpur kali, Pramono telah menerjunkan 200 unit ekskavator yang tersebar di 5 wilayah Jakarta.

BACA JUGA:Polisi Periksa Pabrik Es Gabus yang Diisukan Berbahan Spon: Hasilnya Aman Dikonsumsi

BACA JUGA:Jadi Tersangka, Richard Lee Ajukan Praperadilan, Begini Penjelasan Polisi

Sementara untuk penanggulangan banjir jangka panjang, Pramono akan melakukan normalisasi sungai secara keseluruhan, membangun tanggul pengaman pantai atau NCICD, hingga Giant Sea Wall (GSW).

"Memang perlu penanganan jangka pendek, jangka menengah, dan tentunya jangka panjang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads