Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) terus memperkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi.--IPCC

Hingga Desember 2025, IPCC berhasil menangani 390.803 unit CBU, meningkat 9% secara tahunan (YoY).

BACA JUGA:Kamu Bisa Berhasil Klaim Saldo DANA Gratis ke Dompet Digital Hari Ini 26 Januari 2026, Cair Berkat Konsistensi

Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri otomotif yang semakin dipercaya pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai negara tujuan ekspor terbesar, mencapai 77.181 unit kendaraan hingga Desember 2025.

Adapun kinerja operasional pada segmen kargo CBU mengalami peningkatkan yang solid, secara konsolidasi berhasil melayani 957.661 unit, tumbuh 100.791 unit atau meningkat 11,76% YoY. 

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Perseroan dalam memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri otomotif nasional.

“Kami melihat pertumbuhan ini tidak semata sebagai peningkatan volume, tetapi sebagai bagian dari proses membangun ekosistem logistik kendaraan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. IPCC berkomitmen untuk terus mendukung daya saing industri otomotif nasional, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas kontribusi Indonesia di pasar global,” ujar Sugeng. 

BACA JUGA:Kamu Bisa Berhasil Klaim Saldo DANA Gratis ke Dompet Digital Hari Ini 26 Januari 2026, Cair Berkat Konsistensi

Sejalan dengan penguatan peran IPCC dalam mendukung rantai pasok industri nasional yang berkelanjutan serta ekosistem hilirasi pertambangan yang dicanangkan Pemerintah, Perseroan mencatat kinerja positif pada layanan kargo alat berat yang menempati posisi kedua terbesar, dengan pertumbuhan 24% YoY atau bertambah 6.325 unit, sehingga total penanganan alat berat secara konsolidasi mencapai 32.677 unit pada tahun 2025.

Sementara itu, peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo truk/bus yang tumbuh 46,32% YoY, 80.893 unit lebih banyak atau secara konsolidasi menjadi 255.502 unit.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral, yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar.

BACA JUGA:Nonton Indonesia Masters 2026 Tanpa Ribet, BNI Hadirkan Layanan Transaksi Digital

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IPCC secara berkelanjutan memperluas cakupan layanannya dengan mengoperasikan lima terminal satelit, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih merata, adaptif, dan efisien yang dilengkapi oleh sistem operasi terintegrasi dan berbasis digitalisasi. 

Sekretaris Perusahaan IPCC, Endah Dwi Liesly, menyampaikan bahwa penguatan kinerja operasional tersebut merupakan bagian dari strategi IPCC dalam membangun layanan terminal kendaraan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Peningkatan trafik operasional ini mencerminkan upaya IPCC dalam menyesuaikan kapasitas dan layanan dengan kebutuhan industri nasional, khususnya dalam mendukung program hilirisasi. Melalui penguatan jaringan terminal dan pengelolaan operasional yang terintegrasi, kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang efisien, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa serta perekonomian nasional,” ujar Endah. 

Melalui berbagai inisiatif strategis dan inovasi bisnis yang terus dijalankan, IPCC berkomitmen untuk menghadirkan kinerja yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa, pemangku kepentingan, investor, dan pemegang saham.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads