Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) terus memperkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi.--IPCC
JAKARTA, DISWAY.ID - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC) terus memperkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi.
Upaya ini tercermin dari capaian kinerja operasional yang meningkat 15,09% secara konsolidasi (CBU, Alat Berat dan Truck/Bus), didukung implementasi PTOS-C sebagai platform digital operasional pada terminal internasional dan domestik.
Hal ini mendorong peningkatan efektivitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa.
Konsistensi tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan melalui penghargaan yang diraih sebagai bagian dari komitmen IPCC dalam menghadirkan layanan yang andal dan berkelanjutan.
Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global dan domestik, IPCC menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan pengguna jasa melalui kinerja operasional yang terus bertumbuh secara berkelanjutan.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan paling signifikan pada segmen kargo Truck/Bus yang meningkat 46,32% secara tahunan (YoY) atau bertambah 80.893 unit, serta kinerja kunjungan kapal konsolidasi yang mencatatkan 3.604 kunjungan, meningkat 685 kunjungan YoY atau tumbuh 23,46%.
Sebagai entitas bisnis Pelindo Group di bawah pengelolaan Sub Holding Multi Terminal (SPMT) yang berfokus pada core bisnis pelabuhan di bidang kargo non-kontainer/multipurpose, kinerja operasi IPCC selama 1 (satu) tahun penuh di 2025 berhasil melayani kargo konsolidasi yang terdiri dari CBU, truck/bus, dan alat berat secara total sebanyak 1.245.840 unit dan meningkat sebesar 188.009 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
“Peningkatan kinerja operasional ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan cerminan dari upaya kami membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa. Melalui penerapan PTOS-C, kami ingin memastikan setiap proses operasional berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC.
BACA JUGA:Antusias UMKM Ikuti Pelatihan Ekspor Digital, Pemerintah: Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional
Seiring berkembangnya tren kendaraan ramah lingkungan, terminal Branch Jakarta IPCC mencatat masuknya kendaraan berbasis BEV (Battery Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dengan total 101.713 unit, atau sekitar 10,62% dari total CBU yang dilayani pada tahun 2025.
Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar domestik terhadap kendaraan rendah emisi, dengan dominasi merek asal Benua Asia seperti BYD, VinFast, AION, serta berbagai merek lainnya, sekaligus menegaskan peran IPCC dalam mendukung transisi industri otomotif yang lebih berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan aktivitas ekspor kendaraan turut memperkuat kinerja operasional IPCC dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada segmen kargo CBU.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: