Mengapa Jogja Sering Diguncang Gempa? Cek Fakta Geologi yang Jarang Diketahui

Mengapa Jogja Sering Diguncang Gempa? Cek Fakta Geologi yang Jarang Diketahui

Fakta geologi wilayah Jogja sering diguncang gempa.--Canva

Sejarah juga mencatat bahwa gempa besar yang pernah terjadi di Jogja tahun 2026 diduga dipicu oleh aktivitas pergeseran Sesar Opak.

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Bantul, Pengunjung Kafe Sempat Berhamburan Mengevakuasi Diri

Keberadaan sesar ini tak berdiri sendiri, ada juga sesar-sesar lainnya yang membentuk jaringan patahan aktif di wilayah Yogyakarta dan sekitarya, seperti Sesar Mataram yang baru terpetakan di tahun 2021.

Aktivitas pergeseran di sesar-sesar inilah yang sering kali menjadi salah satu sumber gempa yang dirasakan oleh masyarakat Yogyakarta.

Zona Subduksi Lempeng Indo-Australia

Penyebab utama yang sering membuat wilayah Jogja diguncang gempa adalah karena posisinya sendiri sangat dekat dengan zona subduksi lempeng Indo-Australia di Samuder Hindia.

Lempeng Indo-Australia ini bergerak menunjam ke bawah Lempeng Eurasia (atau Lempeng Sunda) dengan kecepatan yang signifikan, sekitar 50-75 mm per tahun.

Pergerakan lempeng yang terus-menerus ini menyimpan energi yang sangat besar.

BACA JUGA:Gempa M 4,5 Guncang Jogja Akibat Aktivitas Sesar Opak, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Ketika energi itu dilepaskan secara tiba-tiba, terjadilah gempa bumi yang cukup kuat.

Seperti gempa besar yang pernah terjadi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 dengan magnitudo 6,3 yang dipicu oleh aktivitas zona subduksi dan pergeseran Sesar Opak.

Adanya Aktivitas Gempa Tektonik dan Vulkanik

aktivitas vulkanik Gunung Merapi ternyata juga memengaruhi aktivitas seismik di wilayah tersebut.

Walaupun secara umum gempa tektoik bisa memicu aktivitas vulkanik, akan tetapi interaksi antara keduanya kerap jadi perhatian.

Laporan terbaru menunjukkan jika gunung ini masih berstatus Siaga Level III dengan aktivitas gugutan lava serta gempa hybrid yang tinggi.

BACA JUGA:Gempa M 4,5 Guncang Jogja Akibat Aktivitas Sesar Opak, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Walau tak secara langsung menyebabkan gempa di permukaan, aktivitas vulkanik intens dapat menambah kompleksitas dinamika geologi di Jogja.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads