Tak Sekadar Medali, Ini Makna Besar Prestasi Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Tak Sekadar Medali, Ini Makna Besar Prestasi Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Di bawah komando Chef de Mission (CdM) Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., L.LM., Tim Merah Putih tidak hanya sukses finis di papan atas klasemen akhir, tetapi juga melampaui target perolehan medali yang telah ditetapkan sebelumnya.--Istimewa

Ia menekankan prestasi di ASEAN Para Games 2025 menjadi bukti konkret kemajuan pembinaan olahraga disabilitas nasional, sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan yang inklusif mampu menghasilkan capaian nyata di tingkat regional.

BACA JUGA:Ketegangan Mereda, Thailand–Kamboja Sepakati Gencatan Senjata di Bawah Pantauan ASEAN

Cabor Unggulan Lampaui Target

Sejumlah cabang olahraga (cabor) tampil luar biasa dan menjadi tulang punggung perolehan medali Indonesia. Para Atletik mencatat pencapaian impresif dengan meraih 44 medali emas, jauh melewati target awal sebanyak 25 emas.

Cabor Para Renang juga menunjukkan dominasi dengan torehan 29 medali emas, dari target semula delapan emas.

Sementara itu, Para Badminton menyumbang 12 medali emas, melampaui target lima emas, dan menempati posisi ketiga sebagai penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Indonesia.

Catatan istimewa turut datang dari Para Judo, yang sukses menyapu bersih seluruh nomor pertandingan dan mengoleksi tujuh medali emas.

Selain itu, beberapa cabor Indonesia juga berhasil keluar sebagai juara umum di ASEAN Para Games 2025, seperti Para Angkat Berat yang mendulang sembilan medali emas dan empat perak, serta Para Panahan yang meraih lima medali emas, dua perak, dan tiga perunggu. 

BACA JUGA:Unggul di ASEAN, Indonesia Lampaui Thailand dalam Jumlah Indikasi Geografis

Prestasi Individu dan Rekor Membanggakan

Pada level individu, Reda Manthovani menyoroti penampilan gemilang sejumlah atlet nasional. Di cabang Para Renang, Jendi Pangabean tampil sebagai atlet tersukses dengan raihan tujuh medali emas, menjadikannya peraih emas terbanyak di pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara tersebut.

Sementara itu, Siti Aisyah, atlet termuda kontingen Indonesia yang baru berusia 15 tahun, sukses mencuri perhatian dengan torehan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu, sekaligus mencatatkan dua rekor ASEAN Para Games.

BACA JUGA:Unggul di ASEAN, Indonesia Lampaui Thailand dalam Jumlah Indikasi Geografis

Secara keseluruhan, atlet-atlet Indonesia berhasil menorehkan 25 rekor ASEAN Para Games dari berbagai cabang olahraga. Bahkan, satu rekor Asia turut dipecahkan Hellin Wardina di cabang Para Atletik.

Setelah keberhasilan di ASEAN Para Games 2025, CdM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung persiapan atlet menuju ajang yang lebih besar, yakni Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. 

Reda berharap, hasil gemilang ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian dan dukungan semua pihak terhadap olahraga penyandang disabilitas di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads