Dihantam Cuaca Ekstrem, Proyek Mercusuar Kampung Nelayan Merah Putih Terancam Molor?

Dihantam Cuaca Ekstrem, Proyek Mercusuar Kampung Nelayan Merah Putih Terancam Molor?

KKP sebut proyek Mercusuar Kampung Nelayan Merah Putih berpotensi molor disebabkan faktor cuaca buruk-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah membangun proyek mercusuar untuk kesejahteraan nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.

Targetnya, akan dibangun hingga 65 titik wilayah perairan Indonesia.

BACA JUGA:Maarten Paes ke Ajax Amsterdam: Lebih dari Sekadar Transfer, Simbol Kebangkitan Timnas Indonesia

BACA JUGA:Tak Banyak yang Tahu! Alfamart Sulap Minyak Jelantah Jadi A-Poin

Staf Khusus Menterl Bidang Hubungan Masyarakət dan Komunlkasi Publlk, Doni Ismanto Darwin mengaku proses pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih baru berhasil dibangun sebanyak 19 lokasi dari 65 titik. Artinya masih ada 46 titik yang masih molor.

Doni Ismanto Darwin tak menampik, proses pembangunan 65 titik Kampung Nelayan Merah Putih terhambat dikarenakan faktor cuaca ekstrem belakangan ini.

​"Kita memang sedang mengebut. Masalahnya cuaca belakangan ini sedang tidak menentu, bahkan di beberapa titik pesisir cuacanya mirip-mirip dengan Jakarta yang sering hujan ekstrem," ujar Doni saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu 28 Januari 2026.

Selain faktor cuaca yang sulit diprediksi, ia mengakui bahwa distribusi material ke lokasi proyek menjadi tantangan tersendiri. Mengingat lokasi KNMP berada di kawasan pesisir, akses logistik untuk membawa barang-barang bangunan seringkali terhambat oleh medan yang sulit dijangkau.

BACA JUGA:Soal Rencana Pajak Toko Online, Purbaya: Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen

BACA JUGA:KNPI: Banyak Fakta Terbongkar di Sidang Pagar Laut, Kerugian Negara Ditaksir Rp13 T

Walaupun dihantam kendala teknis, pihak pemerintah tetap optimis target akhir Februari bisa tercapai. Menurutnya, sisa pekerjaan yang tinggal 20 persen tersebut mayoritas adalah tahap penyelesaian akhir atau finishing.

​"Akhir bulan ini (Februari) kita usahakan jadi semua. Karena yang 80 persen itu tinggal tahap pembersihan jalan dan perapihan saja. Tim di lapangan bekerja setiap hari tanpa henti," tuturnya.

Beberapa lokasi yang disebut sudah mencapai status paripurna di antaranya adalah Toli-toli, Bumiharjo, Pujiharjo, Labetawi, Gebang Mekar, Karang Duwur, hingga Poncosari.

Bahkan, di beberapa wilayah seperti Biak, aktivitas ekonomi diklaim sudah berjalan hingga menembus pasar ekspor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads