Siap-siap! BGN Bakal Tes Dampak Program MBG ke Siswa, Ukur Tinggi Badan Hingga Kepintaran
Kepala BGN Dadan Hindayana.-Foto: Hasyim Ashari/Disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana telah menyiapkan standar evaluasi yang sangat ketat untuk mengukur efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden Prabowo Subianto yang telah menelan anggaran triliunan rupiah tersebut.
Tak tanggung-tanggung, performa fisik hingga kapasitas otak para penerima manfaat bakal dipantau secara berkala.
Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa evaluasi komprehensif akan dilakukan setelah satu tahun program berjalan.
Parameter keberhasilannya tidak main-main: mulai dari timbangan berat badan, tinggi badan, hingga indikator kecerdasan otak siswa.
BACA JUGA:Merancang Hidup Sehat dari Rumah: Developer Ini Hadirkan Konsep Wellness
"Oh begini, tentu saja itu (berat badan dan otak) akan jadi bagian dari output yang harus diukur. Nanti yang mengukurnya pun harus lembaga independen," tegas Dadan ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis 29 Januari 2026.
Ambisi besar BGN ini berkaca pada sejarah sukses program gizi di Jepang. Dadan mencontohkan bagaimana Jepang berhasil mengubah postur tubuh bangsanya secara drastis melalui intervensi gizi sekolah.
​Data menunjukkan adanya lonjakan rata-rata tinggi badan orang Jepang yang sangat signifikan jika membandingkan generasi tahun 1940-an dengan generasi tahun 2000-an.
Bagi Dadan, hal ini membuktikan bahwa keterbelakangan fisik atau kognitif bukan semata-mata kutukan genetik yang tidak bisa diubah.
BACA JUGA:Kemhan Tindak Porsche Cayenne yang Pakai Pelat Dinas Palsu di Halim!
​"Itu terjadi peningkatan yang signifikan akibat peningkatan kualitas gizi. Jadi bukan hanya potensi genetik, tapi juga kualitas gizi. Nah, Indonesia akan bergerak ke arah sana," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: