Kepercayaan Publik Terhadap Otoritas Keuangan Tergerus, Pengamat Soroti Urgensi Transparansi

Kepercayaan Publik Terhadap Otoritas Keuangan Tergerus, Pengamat Soroti Urgensi Transparansi

Dengan mundurnya ketiga petinggi tersebut, pengamat pun turut menyoroti dampak yang dibawa oleh rentetan peristiwa ini terhadap kepercayaan pasar, terutama kpeada kepercayaan investor.-Disway/Bianca Chairunisa-

BACA JUGA:Inovasi K3 Berbasis IoT Antar Mahasiswa Teknik Esa Unggul Raih Juara 2 Esai Nasional

BACA JUGA:Tandukan Andrew Jung Bawa Persib Bungkam Persis 1-0, Maung Bandung Nyaman di Puncak Super League 2025–2026

"Kepercayaan hanya pulih jika pasar melihat perubahan aturan main yang konsisten dan bisa diverifikasi, terutama pada keterbukaan data kepemilikan, likuiditas yang sehat, dan tindakan pengawasan atas pola transaksi tidak wajar," tutur Achmad.

"Integritas pembentukan harga harus diperkuat. Pengawasan atas transaksi tidak wajar, potensi koordinasi perdagangan, dan struktur kepemilikan yang menciptakan likuiditas semu harus tampak tegas," tambahnya.

Selain itu, dirinya juga turut menambahkan bahwa transisi kepemimpinan harus cepat dan kredibel. 

"Dalam krisis, kekosongan komando adalah bahan bakar ketidakpastian. Pengganti harus datang dengan mandat pemulihan yang jelas, bukan sekadar melanjutkan rutinitas," tutup Achmad.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads