Kepercayaan Publik Terhadap Otoritas Keuangan Tergerus, Pengamat Soroti Urgensi Transparansi
Dengan mundurnya ketiga petinggi tersebut, pengamat pun turut menyoroti dampak yang dibawa oleh rentetan peristiwa ini terhadap kepercayaan pasar, terutama kpeada kepercayaan investor.-Disway/Bianca Chairunisa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam kurun waktu satu hari saja, dinamika sektor keuangan di Indonesia sudah sukses dipenuhi gejolak usai ketiga petinggi otoritas keuangan dari kursi kekuasaannya masing-masing.
Mulai dari Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, hingga Ketua OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, turut bersama-sama mengumumkan pengunduran dirinya pada hari yang sama, yakni Jumat (30/01).
BACA JUGA:Gerai Kedua RDM Autosound Resmi Dibuka, Gelar Pameran Car Audio Alpine Day dan Promo Jelang Ramadhan
BACA JUGA:MG Luncurkan MGS5 EV, SUV Listrik Baru untuk Kebutuhan Keluarga Modern
Dengan mundurnya ketiga petinggi tersebut, pengamat pun turut menyoroti dampak yang dibawa oleh rentetan peristiwa ini terhadap kepercayaan pasar, terutama kpeada kepercayaan investor.
Menurut Ekonom dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, jka pembentukan harga diragukan, maka keputusan investasi berubah dari kalkulasi ke kehati hatian ekstrem.
"Kepercayaan pasar dibangun dari dua hal: transparansi dan penegakan. Jika transparansi kepemilikan dianggap kurang memadai, maka pembentukan harga diragukan," ucap Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Sabtu 31 Januari 2026.
BACA JUGA:Ingat! Ini Risiko Terbesar Jika Anda Auto-pilot Gunakan AI
BACA JUGA:BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Berlanjut, Monsun Asia Aktif hingga Februari
Dalam menghadapi situasi ini sendiri, Achmad menambahkan bahwa alarm ini tidak boleh dipadamkan dengan narasi bahwa semuanya baik baik saja, tetapi juga tidak perlu dibesar besarkan menjadi kepanikan nasional.
"Yang dibutuhkan adalah respons kebijakan yang membuat publik melihat sistem bekerja lebih kuat setelah guncangan. Jika Indonesia menjadikan momen ini sebagai titik balik reformasi transparansi dan integritas pasar, kepercayaan bisa kembali," tutur Achmad.
Transparansi Menjadi Kunci Utama
Sebagai upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, Achmad menilai bahwa hal pertama yang penting untuk dilakukan adalah dengan perubahan aturan main yang konsisten.
Oleh karena itulah, Achmad menambahkan, reformasi transparansi harus menjadi agenda yang terukur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: