IHSG Sesi Siang Makin Terperosok Paling Rendah, Sinyal Keras Pasar Belum Pulih

IHSG Sesi Siang Makin Terperosok Paling Rendah, Sinyal Keras Pasar Belum Pulih

- IHSG sesi siang, Senin 2 Februari ini, semakin terperosok ke zona merah.-Illustrasi-

JAKARTA, DISWAY.ID - IHSG sesi siang, Senin 2 Februari ini, semakin terperosok ke zona merah.

Bahkan hingga menjelang tengah hari, IHSG terpantau masih anjlok lebih dari 5,31 persen ke level 7.887,16.

Situasi ini tentunya menimbulkan beragam pertanyaan dari berbagai pihak. Menurut Ekonom dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, situasi ini menandakan bahwa kepercayaan pasar masih belum sepenuhnya pulih.

"Angka ini bukan sekadar statistik pasar. Ia adalah sinyal keras bahwa kepercayaan belum pulih. Masalahnya, pasar modal bukan hanya mendengar kata kata. Pasar membaca arah. Dan pada Senin pagi, arah itu belum cukup meyakinkan," ujar Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Senin 2 Februari 2026.

BACA JUGA:IHSG Coba Bangkit dari Zona Merah, Cek Prediksi Saham Hari Ini

Lebih lanjut, Achmad juga turut menyoroti rencana percepatan reformasi pasar modal oleh Pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, rencana ini sendiri dapat mencegah kepanikan massal dan menjaga optimisme publik.

Kendati begitu, dirinya menambahkan, peringatan dari MSCI sebelumnya bukan tentang emosi, melainkan tentang kualitas pasar.

"Sering kali kita mengira pasar jatuh karena panik. Padahal yang terjadi sekarang lebih tepat disebut ragu. Investor global dan domestik tidak sedang histeris. Mereka sedang berhitung," jelas Achmad.

BACA JUGA:Ketua OJK dan 2 Petinggi Lainnya Mengundurkan Diri Usai IHSG Anjlok 2 Hari

"Ketika masalahnya struktural, maka respons psikologis tidak cukup. Pernyataan stabilitas bisa menenangkan satu dua jam, tetapi begitu bursa dibuka, keputusan kembali ke tangan investor. Dan mereka memilih menjual atau menunggu. Itulah sebabnya IHSG tetap tertekan sejak pembukaan hingga siang hari pada 2 Februari," tambahnya.

Sebelumnya, OJK dan Pemerintah sendiri turut menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah, seperti perbaikan kualitas identitas dan saham yang dipertandingkan, peningkatan literasi dan juga perlindungan kepada investor, terutama investor-investor, serta peningkatan hukum yang tegas dan konsisten. 

BACA JUGA:Dirut BEI Iman Rachman Mundur Dinilai Bentuk Tanggung Jawab Rapor Merah IHSG

Selain itu, nantinya OJK juga akan terus meningkatkan kualitas dan pendalaman pasar, melalui kebijakan peningkatan minimal favor 15 persen, optimalisasi pelanggan - pelanggan provider, serta peningkatan pelanggan-pelanggan investor institusional, khususnya asuransi dan pensiun yang dimiliki oleh pemerintah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads