Pasar Modal RI Terdampak Pengumuman MSCI, BEI Buka Suara

Jumat 14-08-2026,07:38 WIB
Pasar Modal RI Terdampak Pengumuman MSCI, BEI Buka Suara

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa pihak BEI pun juga turut memastikan bahwa upaya pemulihan dapat berjalan secara efektif-disway.id/Bianca Khairunnisa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Sejak perilisan pengumuman resmi akan rebalancing oleh lembaga Morgan Stanley Capital International (MSCI) dini hari ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun kian merosot di zona merah, hingga menutup sesi perdagangannya pada Kamis, 13 Agustus 2026, ini dengan terpuruk sebesar 1,23 persen ke level 6.295,52.

Menurut Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya, keputusan MSCI untuk menurunkan CPIN dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index diprediksi akan membawa dampak yang cenderung negatif terhadap pasar modal Indonesia.

"Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap. Dampaknya sendiri bersifat teknikal, dengan potensi passive outflow menjelang implementasi akhir Agustus," tutur Rully.

BACA JUGA:Prabowo Bikin Gebrakan! 2 Juta Motor Listrik Nasional Ditargetkan Produksi, Bunga Cicilan Bakal Turun

Terkini, pasar modal pun juga turut berhadapan dengan risiko fenomena outflow atau perpindahan dana investor asing dari pasar domestik, usai pengumuman 

Dalam menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa kondisi tersebut sendiri merupakan sesuatu yang umum terjadi di pasar modal.

"Kalau outflow dan NFO itu kan sesuatu yang banyak berjadi di masyarakat. Jadi kami selalu menyerahkan keuntungannya kepada mekanisme di pasar," tutur Jeffrey kepada media di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Kendati begitu, Jeffrey juga menambahkan bahwa dirinya juga berharap agar kondisi pasar dapat segera pulih dan kembali kondusif.

Dalam hal ini, Jeffrey juga mengungkapkan bahwa pihak BEI pun juga turut memastikan bahwa upaya pemulihan dapat berjalan secara efektif.

BACA JUGA:Mengejutkan! 10 Persen Anak Terindikasi Masalah Mental, Mendiktisaintek Serukan Aksi Psikologi

"Kondisi kita harapkan bisa segera kembali kondusif, baik pada pertumbuhannya, maupun pada apa yang menjadi concern pasar selama beberapa bulan terakhir ini," ucap Jeffrey.

"itu juga sedang kita lakukan terus, kita carikan upaya tercepat untuk bisa selesai. Dan kelihatannya kita sudah ke arah yang tepat untuk bisa menyelesaikan seluruhnya. Jadi kita harapkan ke depannya ya pasar kita akan pulih," tambahnya.

Agenda Berkala

Sebelumnya, Jeffrey juga menuturkan bahwa agenda rebalancing portofolio tersebut sendiri merupakan agenda berkala yang dilakukan oleh lembaga penyedia indeks global seperti MSCI.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: