Milklife Soccer Challenge Sambangi Bandung, Talenta Pesepak Bola Junior Putri Bermunculan!
MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 hadir di Bandung untuk menjaring bakat terbaik pesepak bola putri kelompok umur-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Milklife Soccer Challenge (MLSC) deri 2 2025-2026 terus menunjukan komitmennya dalam mencetak keberlangsungan generasi muda sepak bola putri di Indonesia.
Pelatih Kepala Milklife Soccer Challenge, Timo Scheunemann menjelaskan bahwa adanya peningkatan peminat dalam berlangsungnya MLSC di Bandung.
BACA JUGA:Polemik Atlet Angkat Besi Dilantik PPPK Paruh Waktu, Kemenpora Tunggu Keputusan PAN-RB
BACA JUGA:Menohok! Pengacara Ressa Rosano Semprot Iis Dahlia & Irfan Hakim: Jangan Ikut Campur
Hal tersebut terlihat dari dominasi yang ditunjukan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Sapen menguasai ketegori KU 12.
"Hasil juara ini membuktikan mereka semakin rutin berlatih. Mereka sekarang lebih paham posisi dan penguasaan bola. Persaingan di setiap seri semakin sengit, juara tidak lagi didominasi oleh satu tim saja," jelas Timo.
Dengan adanya kompetisi itu membuatnya optimistis tim yang akan memperkuat All-Stars Bandung pada MLSC All-Stars 2025 - 2026 meraih hasil lebih baik dari tahun sebelumnya, yang hanya sampai pada fase grup.
"Jika dilihat dari hasil MLSC Bandung Seri 2 2025 - 2026, All-Star Bandung nanti termasuk salah satu yang punya kans untuk juara. Tapi saya harus melihat terlebih dulu dan kumpulkan pemain-pemain yang kita pilih, kita bandingkan," ungkap dia.
"Karena mereka di MLSC All-Stars sebelumnya bermain dengan pemain-pemain yang kurang bagus. Nanti kalau sudah dikumpulkan sama pemain yang lumayan bagus, kita pilih lagi," tambahnya.
BACA JUGA:Direktur Asal Singapura, Diperiksa Imigrasi, Bridgestone Buka Suara
Sedangkan, Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025, Dian Nadia Mutiara, menilai rangkaian MilkLife Soccer Challenge sangat penting untuk pembinaan dan pembibitan pesepakbola putri belia yang dimulai dari KU 8, KU 10, hingga KU 12.
Menurutnya, turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini menjadi talent pool calon penggawa timnas putri di masa mendatang.
"Dari turnamen ini bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan. Jadi kompetisi ini sangat membantu para staf pelatih di timnas Indonesia untuk mencari potensi-potensi baru yang akan menjadi regenerasi pemain timnas selanjutnya. Kami melihat mereka sangat antusias dan cukup menguasai teknik dasar bermain bola," pungkas Dian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: