Buka Blak

Buka Blak

HARGA SAHAM yang memerah ditampilkan di Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) Kamis,29 Januari 2026.-Yasuyoshi Chiba-AFP-

Siapa yang "kecopetan" terbanyak di krisis bursa saham belakangan ini?

Mungkin Boy Tohir bersaudara (bos Adaro). Atau Hartono bersaudara (bos Bank BCA). Yang sudah pasti: Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adaro dengan nama samaran ADMR kehilangan uang lebih Rp 10 triliun. Hanya dalam tiga hari: tanggal 28, 29, dan 30 Januari 2026. Lalu ditolong libur dua hari akhir pekan lalu.

Ketika pasar saham buka lagi di hari Senin tanggal 2 Februari, pencopetnya beraksi lagi: Adaro kecopetan lagi sekitar Rp 5 triliun. Pasar global masih belum mau menerima berbagai langkah yang dilakukan OJK, BEI, dan Danantara. Padahal Danantara sampai membocorkan langkahnya: akan terus memborong saham di BEI.

Bank BCA kehilangan sekitar Rp 12 triliun. NKRI kehilangan lebih Rp 50 triliun --lewat bank di bawah Danantara dan perusahaan lainnya yang sudah go public.

Bedanya, di saat Adaro masih tergerus di hari Senin, Bank BCA mulai bersinar. Sahamnya yang turun tujuh persen di penutup bulan Januari naik tiga persen di hari Senin. Pencopet telah mengembalikan sebagian hasil copetannya ke Bank BCA.

Dalang "pencopetnya" Anda sudah tahu: MSCI --Morgan Stanley Capital International. Tapi bukan MSCI yang menikmati hasil copetan. Uang ratusan triliun rupiah itu seperti menguap begitu saja ke udara. Adaro pun tidak benar-benar kehilangan --kalau saja harga sahamnya bisa naik lagi kapan nanti. Bahkan yang bertriliun-triliun itu sebenarnya juga bukan uang. Itu, bagi Anda, hanyalah angka dan angka.

Sampai hari Senin itu nilai market cap Adaro turun 10 persen. Dari Rp 82 triliun ke Rp 70 triliun. Bank BCA turun 7 persen. Dari Rp 922 triliun ke Rp 910 triliun.

Persentase yang hampir sama dialami Bank Mandiri. Sedang Bank BRI turun sekitar enam persen.

Hebatnya, ternyata ada sekitar 20 perusahaan yang harga sahamnya justru naik. Anda sudah tahu siapa juaranya: perusahaan asal Surabaya. Namanya: PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. Kode sahamnya: ELPI. Yang punya: Eka Taniputra.

Eka sebenarnya putra Maluku. Tepatnya orang Ambon yang pindah ke Surabaya. Nilai perusahaannya kini menjadi Rp 10 triliun. Dalam tiga hari itu saham ELPI naik sampai 69 persen.

Perusahaan lain yang juga bernasib baik umumnya tidak begitu dikenal secara luas. Misalnya PT Eratex Jaya (+35 %), PT Ever Shine Tex (+34%), PT Nusantara Alzamia (+34%), PT Alfa Energi Investama (+33%).

Apakah saham ELPI masih naik lagi Senin kemarin? Tidak. Di hari Senin itu bursa menghentikan perdagangan saham ELPI --dianggap kenaikannya di tanggal 30 Januari terlalu tinggi. Dengan demikian sepanjang hari Senin saham ELPI tidak diperdagangkan. Sedang di hari Selasa pagi WIB kemarin (saat saya menulis naskah ini) ELPI terkoreksi 4 persen --masih sangat bagus.

Sstttt....! Jangan ribut. Diam-diam GoTo termasuk yang sahamnya naik. Memang secara persentase naiknya tipis sekali, tapi nilai uangnya mencapai Rp 4 triliun.

Hanya saja di perdagangan hari Senin, saham GoTo anjlok lagi. Lebih dalam dari sebelum kenaikan akhir Januari.

Pun "juara" turun terdalamnya bukan perusahaan besar kelas Adaro atau Bank BCA. Yang turun terdalam Anda jarang dengar namanya, saking kecilnya di antara gajah-gajah itu: PT Artha Mahiya Investama. Turun 46 persen.

Apakah mereka yang turunnya terdalam itu dicurigai MSCI sebagai yang suka goreng saham lewat kecilnya saham yang free float? Ternyata bukan. Saham free float di Adaro cukup besar: 16 persen. Kalau pun nanti OJK menaikkan persyaratan minimal free float menjadi 15 persen (dari 7,5 persen), Adaro sudah aman. Hanya saja angka 16 persen belum menarik bagi investor kelas dunia. Mereka menginginkan free float itu antara 20 sampai 25 persen.

Bank BCA sudah melebihinya: sudah 42 persen. Begitu juga Bank Mandiri dan Bank BRI. Emiten seperti BUMI sudah 32 persen.

Maka sebenarnya tidak terlalu menakutkan kalau persyaratan free float naik ke 15 persen --pun bila 20 persen. Karena itu Pjs Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi langsung memutuskan: naik jadi 15 persen. Begitu cepat keputusan itu: tidak sampai 48 jam setelah pengangkatannyi sebagai Pjs Ketua OJK.

Kesimpulan saya: tidak ada bahaya besar kalau kita memenuhi persyaratan MSCI. Apalagi soal keterbukaan siapa di balik saham kecil-kecil itu. Kiki, nama panggilan Friderica, sudah membuat keputusan cepat nan berani: pokoknya siapa sebenarnya di balik pemegang saham di atas satu persen akan dibuka. Tidak hanya yang lima persen ke atas.

Selama ini nama pemegang saham kecil itu "disembunyikan". Pakai nama PT. Tidak pakai nama orang. Keterbukaannya hanya sampai pada penyebutan nama PT. Siapa di balik nama PT itu tidak wajib dibuka. Putus di situ. Toh hanya memegang saham lima persen.

Ibaratnya, keterbukaannya sampai "sudah buka baju". Padahal sudah buka baju bukan berarti sudah bisa melihat semuanya. Masih ada bra dan CD.

MSCI minta tidak hanya sampai tahap "buka baju". Harus buka semuanya. Apalagi saham-saham kecil yang disembunyikan di balik PT itu kalau disatukan besar juga. Apalagi kalau ternyata di balik PT-PT tersebut orangnya sama.

Praktik seperti itu yang MSCI tidak mau. Harus dibuka blak. Sampai bugil. Dibuka semua --mulai be-ha sampai ce-de-nya.

Tentu OJK tidak akan keberatan. BEI juga harus dipaksa untuk tidak keberatan. Ini untuk kebaikan bersama.

Walhasil ”dalam waktu secepat-cepatnya” seperti yang diucapkan Kiki Widyasari ternyata memang sangat cepat.

Semua reformasi kelihatannya bisa selesai sebelum Lebaran. Setidaknya sudah bisa sampai tahap buka "be-ha". Sedang untuk sampai buka CD mungkin perlu menunggu setelah Lebaran.

Proses terlama rasanya ini: pembentukan PT BEI yang baru --yang tidak lagi dimiliki perusahaan broker semata. Apalagi "PT BEI Baru" itu harus pula mendaftar untuk IPO di BEI.

Ada jalan untuk bisa lebih cepat: kalau perlu IPO BEI lewat papan pengembangan dulu. Yang penting sudah mulai buka bra --soal tahap buka ce-de kan otomatis terjadi berikutnya.

Kalau keterbukaan bursa saham Indonesia sudah begitu telanjangnya, seharusnya sangat menarik. Kerugian-kerugian besar akhir Januari bisa segera dipulihkan kembali.

Kalau tidak: t e r l a l u ! (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 3 Februari 2026: Ibadah Stres

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

IBADAH STRES DAN WAJAN PANAS Istilah "Ibadah Stres" memang lahir karena pak Dahlan ingin konsisten bikin judul dengan 2 kata. Tapi istilah itu, menjelang bulan puasa ini rasanya lebih panas dari sekadar menahan lapar. Bayangkan, OJK lewat Bu Kiki sedang menyiapkan "wajan" baru untuk para penggoreng saham. Aturan free float 15 persen itu ibarat memperbesar ukuran "wajan". Kalau masih ada yang nekat menggoreng saham, pelakunya sendiri yang bakal matang tergoreng dan terpanggang. Logikanya sederhana tapi ngeri-ngeri sedap. Selama ini, banyak emiten yang "pelit" lepas saham. Hanya 7,5 persen saja sudah berani melantai. Akibatnya, harga saham bisa ditarik ulur sesuka hati oleh para "orang dalam". Rencana IPO PT BEI sendiri adalah sejarah besar. Masa pemilik bursa cuma sekumpulan broker? Itu seperti warung yang dikelola oleh para pembelinya sendiri. Kalau BEI jadi milik publik 65 persen, baru namanya naik kelas ke level dunia. Tentu ini butuh nyali besar. Apalagi Bu Kiki harus membenahi Pinjol yang diduga akan makin liar menjelang Lebaran ini. Tugas berat memang. Untungnya, sang suami adalah bos BNPT. Jadi kalau ada "teroris" pasar modal yang macam-macam, Bu Kiki tinggal lapor suami saat leyeh-leyeh di ranjang berdua. Mari kita tunggu saja, apakah reformasi ini akan semanis kolak atau justru sepahit obat maag. ### ((Padahal obat maag itu manis. Tidak pahit. He he.))..

pak tani

Terjadi juga di sini Pak Agus, ingat kasus Bentjok. Bentjok melobi Asabri & Jiwasraya untuk pembelian saham xxx. Sebelum transaksi terjadi, Bentjok memborong (serok bawah) dan menaikan saham xxx. Saat transaksi, tentu Bentjok mendapat untung (jual atas). Setelah transaksi, saham xxx ternyata turun. Jiwasraya dan Asabri tidak bisa menjual, karena posisi rugi. Bentjok? angkat tangan, menyerahkan pada mekanisme pasar. Untung rugi kan bisa terjadi pada pasar modal. Secara hukum, Bentjok tidak bersalah. Karena regulasi memperbolehkan. Dan, saat membeli saham xxx di awal, bisa saja atas nama orang atau institusi lain. Tapi karena yang dirugikan Asabri, purnawirawan meradang. Granat bisa melayang. Bentjok pun masuk bui. Lain cerita kalau korban adalah pihak swasta atau publik. Yang mana sudah sering terjadi dan korban cuma bisa mengelus dada, itupun dada sendiri.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

ADA INSIDER TRADING DI DALAM NEGERI, TAPI KENA SANKSI HUKUM DI SINGAPURA.. ​Ini kejadian ironis tapi nyata. Pelakunya petinggi perbankan, objeknya bank besar kita, Danamon. Padahal Danamon ini listing di Bursa Efek Indonesia. Tahun 2012, DBS Singapura berencana mencaplok Danamon. Kabar ini sangat rahasia. Tapi Rajiv Louis, petinggi bank investasi penasihat akuisisi itu, sudah tahu duluan. Dia membeli 1 juta lembar saham Danamon lewat akun istrinya di Singapura. Setelah rencana akuisisi diumumkan, harga saham terbang tinggi. Untungnya luar biasa besar. ​ Di Indonesia, aksi ini sepi-sepi saja. Tapi radar Monetary Authority of Singapore (MAS) menangkap aroma tidak sedap. Regulator Singapura tidak butuh waktu lama. Tahun 2015, Rajiv dihukum denda sekitar SGD 432.000. Dia terbukti melakukan insider trading. Bayangkan: 1). Ini terkait emiten yang listingbdi BEI. 2). Melakuksn maling di rumah kita. Tapi yang menangkap justru polisi tetangga. Dan kita tetap biasa-biasa saja.

Taufik Hidayat

Waduh. Setelah membaca artikel ini saya baru tahu kalau pemilik BEI adalah para broker saham sendiri. Kalau dilihat lihat investor juga terbagibbeberapangolonga, mereka yang mau invest jangka panjang , atau ada juga yang memang suka spekulasi atau bahka day trader yang jual beli suatu saham sesuai insting mau naik atau turun dalam waktu singkat. Jadi gak ada kalau ada saham tertentu yang direbus tiba-tiba naik 200 atau 300 persen dalam waktu singkat dan investor kecil berebutan membelit namun tiba tiba saja harga anjlok ketika semua menjual tiadakbada yang Ma beli sampai harga turun jadi gocap . Dan kemudian saham itu masuk FCA (Full Call Auction) . Kadang kadang memang ngeri kalau sudah begini. Orang yag tadinya mau inves untuk dana masa depan malah boncos dan habis uangnya. Belum lagi bayak perusahaan yang akhirnya sahamnya gak laku dijual. So daripada ikut direbus di bursa mending beli mas mas yang lagi baca artikel ini. Dizamin lebih aman walau kadang harganya juga nak turun dalam waktu singkat tapi dalam jangka panjang naik terus?

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

SIAPA PENYIDIK PERKARA PASAR MODAL DI INDONESIA..? Banyak orang kira kalau ada kejahatan saham, langsung polisi turun tangan. Tidak salah, tapi tidak lengkap. Di pasar modal, ada “polisi khusus” yang memang disiapkan negara. Namanya penyidik OJK. Otoritas Jasa Keuangan bukan cuma tukang bikin aturan. Mereka juga punya wewenang penyidikan tindak pidana di sektor jasa keuangan, termasuk pasar modal.Manipulasi harga. Insider trading. Laporan palsu. Semua itu wilayah mereka. Penyidiknya bisa dari unsur pegawai OJK sendiri yang diberi kewenangan, juga dari polisi yang ditugaskan di sana. Lalu polisi ke mana? Tetap ada. Polri punya kewenangan umum penegakan hukum. Dalam praktik, koordinasi jalan terus. Apalagi kalau kasusnya melebar. Ada penipuan. Ada pencucian uang. Ada jaringan lintas sektor. Di situ peran polisi bisa sangat dominan. Ujungnya tetap ke jaksa. Karena penyidikan itu baru setengah jalan. Yang menentukan lanjut ke pengadilan atau tidak adalah penuntut umum. Jadi rantainya jelas. OJK menyidik. Polisi bisa terlibat. Jaksa menuntut. Hakim memutus. Pasar modal itu dunia angka. Tapi kalau sudah masuk pidana, urusannya bukan lagi grafik naik turun. Sudah masuk wilayah jeruji besi.

heru santoso

Pak DI begitu eforia saat berdialog tentang putusan MK tentang perlindungan hukum bagi wartawan. Ini memang suatu kemenangan untuk menghindarkan wartawan dari kriminalisasi. Namun coba kita berkaca diri: bagaimana media meningkatkan kapasitas wartawannya dan sudahkah mereka punya organ organisasi internal yang kuat untuk menegakkan kode etik wartawan? Saya tak pernah lagi mendengar event pelatihan kewartawanan: peliputan, photography, penulisan, etik dll. Dahulu event tersebut ramai diantara wartawan bahkan masuk ke kampus2 maupun sekolah menengah. Sayapun hanya bisa membayangkan perusahaan media semacam Disway punya organisasi IC (internal control) yang tugasnya memastikan penegakan kode etik wartawan. Yang managernya report langsung ke CEO sehingga tidak bisa diintervensi. Nah, jangan sampai kemenangan gugatan di MK atas perlindungan hukum tersebut justru membuat wartawan dan insan pers pongah tanpa pernah introspeksi. Apalagi dijaman online ini semua orang bisa jadi "wartawan" yg mungkin turun menikmati hasil gugatan MK tersebut. Bisa membuat berita se-enak-nya udelnya, aman dari perkara kriminalisasi.

Juve Zhang

Kita sejenak terbang ke Iran..... berita di bungkus rapinya Starlink Elon Musk sudah banyak diketahui dunia persilatan sekarang....mereka tahu Iran tidak bisa membungkus rapi Starlink dan Tiongkok dan Rusia membantu mengemas mengepak dengan rapi dan super kilat sehingga starlink mati sinyal.....dari wawancara Menlu Iran dan CNN nampak Menlu sangat percaya diri bahwa kekuatan Teknologi Tiongkok dan Rusia sudah melebihi Amerika....Iran tidak di tinggal sendiri.....T dan R sangat peduli....semua gerakan Pesawat tempur kapal tempur Milik A di monitoring siang malam oleh satelit Mata Elang Milik R dan T.... langsung di informasikan ke pihak Iran.....sangat jelas intelijen mata elang R dan T sudah sangat membantu Iran melakukan strategi pertahanan....dibelakang ada Azerbaijan yg pro Israel....ini bisa dipake pangkalan udara A... artinya menusuk dari belakang....tapi ini tak luput dari perhatian mata elang satelit T dan R.....dan Iraan sendiri punya satelit mata mata nya yg diluncurkan oleh Rusia ....jadi lengkap semua gerakan A ....perihal menculik Ayatola Iran cukup mudah di cegah konon duplikasi Ayatola sangat mudah di buat ...sorban Jenggot dan jubah Ayatola sangat mudah dibuat duplikat nya ji ka malam hari sulit bagi tentara A membedakan mana Ayatola KW atau yg Asli ... Dan semua Ayatola KW pun tinggal di bawah tanah ....bukan di Villa.... mereka hidup Di kota bawah Tanah yg lama diciptakan setelah Irak Libya Afghanistan diserbu A.....kota bawah tanah memberikan keamanan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DISMORNING - 3 FEBRUARI 2026.. Pagi dibuka dengan cerita hujan. Surabaya diguyur lama. Jakarta tak kalah basah. Petani senang. Orang kota manyun. Macet panjang. Tapi obrolan cepat serius. Bahas kado Hari Pers Nasional dari Mahkamah Konstitusi. Judicial review Pasal 8 UU Pers dikabulkan. Penggugatnya pengacara Viktor Santoso. Pemohonnya wartawan Rizki dari Republika. Tujuannya jelas. Wartawan jangan gampang dipidana saat kerja jurnalistik. Viktor cerita sering bela perkara di MK. Puluhan gugatan. Banyak ditolak. Tapi kali ini tembus. Ia bilang putusan ini sekaligus pesan ke aparat. Wartawan dilindungi hukum. Bukan musuh negara. Menariknya, beberapa organisasi pers justru minta gugatan ditolak. Alasannya norma sudah cukup. MK beda pandang. Gugatan dikabulkan meski ada dissenting opinion. Rizki punya pengalaman pahit. Pernah didoxing. Hampir dikira pelaku hoaks karena nama mirip tersangka buzzer. Dari situ sadar. Perlindungan wartawan bukan teori. Itu kebutuhan lapangan. Pak Dahlan menutup dengan kuliah singkat. 1). Wartawan boleh salah. 2). Tapi niat harus lurus. Tidak jahat. 3). Kalau salah ya ralat. 4). Minta maaf. Jujur. Itu inti kode etik. Putusan MK ini jadi angin segar. Kado manis jelang Hari Pers. Tidur wartawan mungkin lebih nyenyak malam ini.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BERITA TENTANG SAHAM DAN INVESTASI, YANG MELIBATKAN NAMA TRUMP.. Sebuah perusahaan investasi yang didukung kerajaan Abu Dhabi diam-diam membeli 49% saham World Liberty Financial, bisnis kripto yang erat kaitannya dengan keluarga Donald Trump. Transaksi itu bernilai sekitar US$ 500 juta dan terjadi empat hari sebelum pelantikan Trump sebagai Presiden AS pada Januari 2025. Sekitar US$ 187 juta dari pembayaran awal mengalir ke entitas yang dikendalikan keluarga Trump, sedangkan puluhan juta lainnya ke rekan mereka. Kesepakatan ini tidak diumumkan secara publik pada waktu itu dan baru terungkap lewat penyelidikan media besar seperti The Wall Street Journal. Pembelian saham ditandatangani oleh Eric Trump, putra Presiden, atas nama perusahaan keluarga. Investor di balik transaksi ini adalah Aryam Investment 1, yang terkait dengan Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, penasihat keamanan nasional UEA dan saudara pemimpin Abu Dhabi. Pengungkapan ini memicu kritik tajam di Washington. Banyak pihak melihatnya sebagai potensi konflik kepentingan, terutama setelah pemerintahan Trump kemudian mengizinkan UEA memperoleh akses besar atas chip AI canggih dari AS. Gedung Putih dan World Liberty membantah ada hubungan antara investasi itu dan kebijakan pemerintah, mengatakan bisnis Trump dikendalikan oleh anak-anaknya melalui trust dan tidak memengaruhi keputusan politik.

Iqbal Safirul Barqi

IKAN LOU HAN - 1 masih ingatkah anda sekalian mengenai fenomena ikan lou han beberapa tahun silam, yang mana seekor ikan bisa laku sampai ratusan juta rupiah? agak laen. Cerita bermula dari sekelompok orang yang memiliki banyak ikan lou han, entah dari beternak sendiri, atau mereka impor dalam jumlah besar, tidak terlalu penting. mereka ingin menjual ikan-ikan tersebut agar menjadi uang. Siapakah pangsa pasar potensial pembeli ikan lou han? Tentu saja penggemar ikan hias. seberapa banyak penggemar ikan hias di indonesia? tidak banyak. jika hanya menyasar pasar dari para penggemar ikan hias, jangankan bisa jual dengan harga tinggi, menggabiskan stok ikan saja mungkin susah. maka, mereka harus memperluas pangsa pasar peminat barang ini. Diadakanlah kontes ikan lou han, undang wartawan berbagai media. Acara selesai, juara diumumkan. diakhir sesi setelahnya, ikan sang juara langsung ditawar dan dibeli oleh seorang kolektor penggemar ikan senilai 200juta rupiah. serah terima, foto diambil, berita ditulis. Gempar! Serta merta masyarakat berlomba-lomba berburu ikan lou han. Lanskap pangsa pasar berubah, dari sekedar penggemar ikan, menjadi orang yang ingin cepat kaya. siapa yang ingin kaya cepat? semua orang. Orang beli ikan bukan sekedar untuk hiasan, melainkan ada harapan bahwa ada orang lain yang beli ikannya dengan harga lebih tinggi.

Jokosp Sp

"Lagi-lagi kita hanya boleh ngiri dengan negara China. Kalau mau gigit jari ya boleh. Kalau mau sakit sampai berdarah ya boleh asal ditanggung sendiri. Berita terahkir kita ketahui 11 orang keluarga Ming yang menjalankan pusat penipuan online (Scam) di kota Laukkaing Miyanmar berujung dieksekusi mati pada tanggal 29 Januari 2026. Dan 23 orang lainnya dihukum seumur hidup". Kenapa harus ngiri?. "Ya, di Kanoha malah pelakunya dilindungi. Dijadikan ladang korupsi untuk dijadikan ATM, setoran bulanan para pejabat yang berwenang mengawasi dalam pencegahan". Apakah pelaku kejahatan dan pejabat pengawas yang harusnya melindungi negara dihukum mati?. "Tidak ada ceritanya dan hal yang mustahal akan terjadi di Kanoha. Selama isinya masih para pejabat korup". "Masih ingat kisah ketika ada Si Anak Cerdas yang mengakali sistem judolnya diperkarakan di kepolisian?". "Kok bukan aplikator dan pemilik judolnya yang ditangkap?". Hemmmm ngeres res dan pakai bingit ya.

yea aina

Kalau boleh disederhanakan, kepemilikan PT. BEI itu para broker. Makelar saham. Padahal peran mereka sebagai "perantara", yang menghubungkan para pemain (pedagang) terhadap komoditas yang dijual belikan. Saham. Semacam paguyuban makelar berbadan hukum PT. Pantas saja, kalau IHSG "dipoles" habis-habisan. Seakan-akan terus menerus meroket. Sampai ke bulan. Mungkin pencitraan bin poles mempoles kinerja itu, sudah jadi budaya di sini. Kalau di persahaman, bandar dan pialang yang "bermain". Di ranah politik, Anda sudah tahu. Siapa bandar dan pemainnya. Ahlinya ahli. Raja tipu muslihat.

Juve Zhang

Dulu selesai proyek PLTU lontar punya hasil keringat 3 tahun ngaduk semen disana.....ingat dulu Wak tu itu bunga bank deposit sedang tinggi....logika sederhana simpan di deposito tidur nunggu bunga....tapi rasa was was ada bahaya bunga deposito turun....betul juga sekarang bunga deposito kecil sekali 4% anda gak bisa makan sebulan dengan bunga 4% karena hasil ngaduk semen kan kecil bukan hasil korupsiiii....saya inpestasi ke bidang lain yg terbukti lebih bagus dari bunga deposito atau kupon Oreo.....jernih melihat inpestasi yg bagus ..q..tahan banting....tahan hujan....tahan kemarau.... karena uang saya kecil.....salah melangkah inpestasi yg kecil itu tak akan bisa makan angin sebulan.....sebuah ucapan terimakasih sama Yang Maha Kuasa.....diberi uang sedikit tapi mampu berpikir jernih.....kalau uang hasil korupsiiii sih banyak simpan saja di pebble beach aman.

Juve Zhang

Jangan main saham itu judi kata pak Lurah.....disini salah besar....bursa yg sehat adalah sarana perusahaan nyari modal tanpa dikenakan bunga pinjaman....disisi lain kalau kinerja perusahaan memang bagus berkembang sehat....maka pembeli saham akan menikmati naiknya harga saham karena sudah meminjamkan uang nya tanpa bunga....disini istilahnya Win win....saling untung....waktu IPO perusahaan dapat suntikan modal dari pembeli Saham nya ketika sahamnya meroket maka yg membeli saham menikmati naiknya harga saham.....contoh Warren Buffett waktu beli saham BYD saat itu BYD masih belum sehebat sekarang WB membeli sekitar 234 juta USD setelah sekian tahun BYD makin moncer dan saham WB dijual lagi kalau gak salah dapat 10 milyar USD....artinya Inpestor WB untung besar dari kinerja BYD yg moncer....jadi di Bursa Hongkong BYD menjual sahamnya dan sukses besar.....ini bursa saham besar dan profesional bukan penuh saham gorengan yg kapitalisasi nya dikerek semau Bandar .....gak sebanding sama kinerja perusahaan.....jadi beli saham bukan main judi.... Inpestor sejati melihat prospek bisnis kedepannya.....yg main judi ada saja atau banyak utamanya saham gorengan....

Liáng - βιολί ζήτα

Mereka pun pada umumnya mengetahui, bahwa sesuatu yang menggelembung terus-menerus akan ada batasnya dan akhirnya meletus !! Lantas, apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran mereka ?? Pelajaran berharga dari Housing Bubble di Amerika Serikat, sepertinya belum cukup..... juga berbagai kejadian persahaman yang terjun bebas setelah terbang tinggi. Dan..... kini, sepertinya mata elang sedang mengintai..... setelah harga emas terbang dengan kecepatan luar biasa..... Saya pernah menuliskan di ruang komentar, mengenai "Apa yang Terjadi Ketika Gelembung Emas Akhirnya Meletus ??" pada CHDI edisi Venezuela Kanada (29-01-2026). Dan..... pada waktunya nanti, kemungkinan besar, Gold bubble meletus, sepertinya bukanlah sesuatu yang mengherankan..... Bagi yang berminat, silakan ditelusuri saja tulisan-tulisan Thomas R. Verny, M.D., juga buku-buku tulisan Beliau, ataupun podcast-nya : Pushing Boundaries. [3/3].

Liáng - βιολί ζήτα

Saya sendiri bukan berlatar-belakang ilmu ekonomi, juga tidak begitu memahami mekanisme persahaman secara detail. Hanya saja sering mendengar dan sedikit tahu, misalnya tentang harga saham yang sudah terjun bebas masih kecemplung juga ke dalam laut..... dan lain sebagainya. Kita coba mengeksplorasi pikiran mereka yang menjadi korban permainan saham, ataupun permainan aset lainnya yang bernilai tinggi. Ketika suatu nilai melambung tinggi, bukankah semestinya terpikirkan..... akankah terus melambung ?? dan bisa sampai seberapa tinggi melambungnya ?? Ketika suatu nilai sudah jauh di atas nilai kewajaran..... masih ada manfaatnyakah untuk masuk ke arena permainan ?? Bukankah peluang untuk meraih profit bisa dikatakan tinggal sisanya !! Study menunjukkan, bahwa orang-orang yang bermain saham ataupun aset lainnya yang bernilai tinggi seperti rumah ataupun emas, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang well-educated dan dari segi keuangan termasuk golongan mampu (kuat). [2/3]

Liáng - βιολί ζήτα

iseng-iseng saja Belajar dari Thomas R. Verny, M.D., seorang psikiater klinis, akademisi, dan penulis (cukup banyak buku yang sudah ditulis oleh Beliau). Beliau pernah mengajar di Universitas Harvard, Universitas Toronto, Universitas York (Toronto), dan Universitas St. Mary (Minnesota). Thomas R. Verny, M.D., seringkali membahas mengenai "eksplorasi pikiran", salah satu di antaranya adalah "apa yang membuat orang rasional percaya hal-hal yang tidak rasional ?? Salah satu kesimpulan Beliau adalah (cukup mengejutkan) bahwa tidak sedikit orang yang cerdas, berpendidikan, dan memiliki pekerjaan yang baik (penghasilan yang baik) dalam kasus-kasus tertentu justru percaya terhadap hal-hal yang tidak rasional. Berkaca terhadap kesimpulan Thomas R. Verny, M.D., tersebut, saya mencoba menarik garis yang terkait dengan persahaman dengan goreng-menggorengnya, dan juga harga emas sekarang ini. [1/3]

Udin Salemo

Iseng-iseng nanya wak gugel mata uang yang menguat paling perkasa 2025 di Asia. Numero uno ditempati Somoni mata uang negara Tajikistan, menguat 15,67% terhadap dolar amrik. Nomor dua yang menguat terbaik adalah Dolar Taiwan menguat 6,84%. Nomor urut tiga ditempati Ringgit Malaysia. Menguat 5,51% terhadap dolar amrik selama 2025. Wooowww, mata uang negara jiran itu terApresiasi selama 2025. mata uang negara inyong terDepresiasi. Yang satu Naik kelas, yang satu Turun kelas.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 143

  • Upielz One
    Upielz One
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
    • yea aina
      yea aina
  • yea aina
    yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Johan
    Johan
    • Liam Then
      Liam Then
    • Johan
      Johan
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Liam Then
    Liam Then
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Mukidi Teguh
    Mukidi Teguh
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • pak tani
      pak tani
    • Liam Then
      Liam Then
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Wilwa
    Wilwa
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Liam Then
      Liam Then
  • Tom Rusdi
    Tom Rusdi
  • Liam Then
    Liam Then
  • Gerring Obama
    Gerring Obama
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • pak tani
    pak tani
    • Liam Then
      Liam Then
  • Murid SD Internasional
    Murid SD Internasional
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • pak tani
      pak tani
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Iqbal Safirul Barqi
    Iqbal Safirul Barqi
  • Wilwa
    Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Liam Then
      Liam Then
    • Wilwa
      Wilwa
    • Liam Then
      Liam Then
  • Iqbal Safirul Barqi
    Iqbal Safirul Barqi
    • pak tani
      pak tani
  • Warung Faiz
    Warung Faiz
  • Linggar Baero
    Linggar Baero
  • Linggar Baero
    Linggar Baero
  • mario handoko
    mario handoko
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Yos Os Nursal
    Yos Os Nursal
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
    • Liam Then
      Liam Then
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Wilwa
    Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • mario handoko
      mario handoko
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • kambing hitam
    kambing hitam
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • komang membramo
    komang membramo
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Rizal Falih
      Rizal Falih
  • Akem SNJ
    Akem SNJ
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Wilwa
    Wilwa
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
    • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
      MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • pak tani
      pak tani
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Nurkholis Marwanto
    Nurkholis Marwanto
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Macca Madinah
    Macca Madinah
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
  • Sogia Manom
    Sogia Manom
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • DeniK
    DeniK
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Sugi
    Sugi
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Echa Yeni
      Echa Yeni