4 Strategi Bisnis yang Paling Efektif di Bulan Ramadan 2026, Bisa Panen Cuan Hingga 50 Persen Omzet

4 Strategi Bisnis yang Paling Efektif di Bulan Ramadan 2026, Bisa Panen Cuan Hingga 50 Persen Omzet

Ramadan Jadi Momentum Emas, Pola Belanja Masyarakat Naik Tajam---Freepik

JAKARTA, DISWAY.ID - Bulan Ramadan bukan hanya membawa berkah secara spiritual, tetapi juga menjadi momentum emas bisnis di Indonesia karena lonjakan pola belanja masyarakat saat Ramadan yang jauh lebih tinggi dibanding bulan biasa.

Di negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Ramadan dan Lebaran kerap menjadi periode paling krusial bagi pelaku usaha.

Bahkan, banyak pebisnis di Indonesia yang menyiapkan strategi bisnis Ramadan sejak enam bulan sebelumnya.

Tidak sedikit bisnis mencatat hingga 50 persen pendapatan tahunan hanya dari periode menjelang Ramadan dan Idulfitri.

BACA JUGA:Pengamat Minta Pemilihan Pimpinan Merger 3 Anak Usaha Pertamina Dilakukan Secara Hati-hati

Pola Konsumsi Ramadan: Belanja Bisa Naik Lebih dari 30 Persen?

Data menunjukkan perilaku konsumen saat Ramadan mengalami peningkatan signifikan.

Rata-rata masyarakat Indonesia mengeluarkan 30 persen pengeluaran lebih besar di bulan Ramadan dibandingkan bulan lainnya, terutama untuk kebutuhan pangan, fashion, transportasi, dan gaya hidup.

Berdasarkan data BPS, penjualan ritel menjelang Lebaran pernah meningkat hingga 18,5 persen, sektor makanan dan minuman naik 22,3 persen.

Sementara industri fashion mencatat kenaikan 17 persen, bahkan pada beberapa merek lokal lonjakannya tembus 100 persen lebih saat Ramadan.

 

Empat Fase Ramadan yang Menggerakkan Bisnis

Memahami empat fase Ramadan dalam bisnis menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang penjualan. Setiap fase memiliki karakteristik konsumsi yang berbeda dan membutuhkan pendekatan strategi yang tepat.

  • Fase Pertama: Pra-Ramadan, Persiapan Konsumsi Rumah Tangga

Pada fase pra-Ramadan, sekitar dua minggu sebelum puasa dimulai, belanja kebutuhan pokok Ramadan meningkat drastis. Pengeluaran rumah tangga bisa melonjak hingga 33 persen, terutama untuk bahan makanan, minuman, dan kebutuhan dapur.

Produk seperti air mineral, minuman teh, susu, daging, sayuran, serta peralatan dapur mengalami lonjakan penjualan. Bahkan, data menunjukkan pembelian perlengkapan dapur kecil bisa naik hingga 164 persen menjelang Ramadan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait