Cak Imin Minta Warga Terbuka Soal Beban Ekonomi Usai 'Tragedi Pulpen' Siswa SD di NTT

Cak Imin Minta Warga Terbuka Soal Beban Ekonomi Usai 'Tragedi Pulpen' Siswa SD di NTT

Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta-Anisha Aprilia-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebuah tragedi pilu yang menimpa seorang siswa sekolah dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu reaksi keras dari pemerintah pusat.

Siswa tersebut dikabarkan nekat mengakhiri hidupnya hanya karena depresi tidak mampu membeli alat tulis berupa pulpen.

Menanggapi insiden menyayat hati ini, Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar meminta masyarakat tidak lagi memendam beban ekonomi sendirian.

BACA JUGA:Alarm Bahaya! KPAI Sebut Angka Kasus Bunuh Diri Anak di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

BACA JUGA:Siswa SD di NTT Tewas Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, DPR Soroti Sistem Pendidikan: Ini Alarm Keras!

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, baik di pusat maupun daerah, untuk lebih "peka" dan pasang telinga terhadap keluhan warga di tingkat akar rumput.

"Saya sudah minta kepada seluruh jajaran dan masyarakat untuk betul-betul terbuka. Apabila memang membutuhkan bantuan alat tulis, atau bantuan apa pun, segera sampaikan. Hal seperti ini harus segera ditangkap oleh petugas di lapangan," tegas Cak Imin di Jakarta, Kamis (5/2).

Cak Imin mengaku sangat terpukul dengan alasan di balik insiden tersebut. Menurutnya, urusan kebutuhan alat tulis sekolah seharusnya menjadi hal yang sangat mendasar dan tidak boleh menjadi beban yang mempertaruhkan nyawa anak bangsa.

"Jangan sampai beban ekonomi tidak tersampaikan kepada pejabat atau tokoh masyarakat. Kasus ini kesannya sepele, tapi dampaknya sangat mengharukan dan fatal. Ini tidak boleh terjadi lagi di Indonesia," lanjutnya dengan nada bicara serius.

BACA JUGA:Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Data Perlindungan Sosial Dinilai Krusial

BACA JUGA:Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Jadi Alarm Nasional, Menkes Kerahkan Psikolog Klinis

Ketua Umum PKB tersebut juga membuka pintu pengaduan bagi warga yang terjerat masalah ekonomi pelik, mulai dari masalah pendidikan hingga urusan utang piutang yang menghimpit. "Sampaikan kepada kita. Kita akan bertindak cepat," imbuhnya.

Terkait penyebab utama insiden di NTT tersebut, pemerintah pusat masih terus melakukan penelusuran mendalam untuk melihat apakah ada faktor sistemik lain di balik peristiwa tersebut.

Cak Imin mendorong agar birokrasi di daerah tidak kaku dan lebih responsif dalam menyisir warga yang membutuhkan bantuan darurat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads