Strategi Baru Pengelolaan Sampah RI, Inovasi Teknologi dan Riset Berbasis Skala
Menseneg, Menteri PPN, dan Kepala BRIN saat rapat koordinasi di Jakarta-Nungki-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Persoalan sampah di Indonesia kini tidak lagi dipandang hanya sebagai masalah teknis pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pemerintah mulai menggeser paradigma dengan mengedepankan pendekatan sains, data, dan sosialisasi masyarakat sebagai pilar utama solusi berkelanjutan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik sampah yang berbeda.
BACA JUGA:Hadiri Peluncuran 8 Buku Yusril Ihza Mahendra, Wapres Apresiasi Pengabdian Lintas Rezim
Oleh karena itu, penerapan teknologi tidak boleh disamaratakan agar tidak terjadi inefisiensi biaya.
Indonesia, sebutnya, memiliki berbagai produk penelitian terkait pengelolaan sampah.
Penelitian tersebut tidak hanya membahas teknologi pengolahan, tetapi juga menganalisis sampah berdasarkan jenjang dan skala.
Misalnya mengukur kapasitas sampah rumah tangga di lingkungan RT dan RW hingga karakter sampah kota-kota besar yang volumenya bisa menembus ribuan ton per hari.
“Dalam satu kota itu ada ukurannya. Waste to energy itu mau dilakukan di beberapa kabupaten yang volumenya di atas 1.000 ton per hari. Kalau skala segitu, maka jenis peralatan yang dibangun tentu berbeda dibandingkan dengan pengolahan sampah rumah tangga di lingkungan,” ujar Mensesneg.
Menurut Prasetyo, penelitian akan digarap serius mengingat setiap kelompok kota tidak selalu memiliki solusi yang sama, meskipun sama-sama menghadapi masalah sampah.
BACA JUGA:164 TKA Tanpa RPTKA Terjaring, Kemnaker Jatuhkan Denda Rp2,17 Miliar ke PT BAP
Pada daerah perkotaan misalnya, tidak bisa menggunakan cara dan solusi yang sama dengan teknologi di second city.
Pendekatan yang seragam, menurutnya, justru berpotensi menciptakan inefisiensi. Terkait biaya beban teknologi yang diterapkan.
Daerah yang memiliki volume sampah relatif kecil akan terbebani biaya teknologi besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: