Pameran Otomotif, Merek Mobil Bertambah dan Sinyal Ekonomi 'Rojali'

Pameran Otomotif, Merek Mobil Bertambah dan Sinyal Ekonomi 'Rojali'

Herry Sinamarmata: Fenomena “window shopping” dan sinyal ekonomi rombongan jarang beli (Rojali) banyak disebut sejumlah ekonom untuk menggambarkan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja pada tahun 2025.-dok disway-

Ini sempat bikin heboh sekaligus menunjukkan konsolidasi bisnis serius.

BACA JUGA:GAC E8 Resmi Diperkenalkan di IIMS 2026, Standar Baru Kenyamanan MPV Hybrid

BACA JUGA:IIMS 2026 Makin Seru, Hyundai Suguhkan Program dan Promo Spesial

Benar, dalam tahun 2025 lalu, penjualan mobil nasional masih dikuasai brand-brand dari Jepang (secara wholesale), seperti Toyota 250.431 unit; Daihatsu 130.677 unit dan Mitsubishi 71.781 unit.

Tapi, perlu dicatat, tren penjualan mobil listrik mengalami peningkatan. Ini juga karena adanya insentif dari pemerintah.

Tahun 2026, produsen mobil listrik asal China akan melanjutkan ekspansinya ke pasar global, termasuk pasar di Asia Tenggara dan Indonesia. Alarm berbunyi makin kencang. Ini peringatan bagi pemain-pemain lama.

Sejumlah produsen mobil listrik buatan China yang menguasai pasar mobil listrik global tampil percaya diri, dengan booth ukuran besar dan produk-produk baru dengan narasi futuristik, teknologi canggih di IIMS 2026.

Mobil-mobil listrik ini dijual dengan rentang harga sekitar Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar per unit. Apakah mobil-mobil listrik, dengan brand China ini, bisa mengubah peta pasar mobil nasional?

Sinyal Ekonomi Rojali

Biro Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi 2025 secara tahunan mencapai 5,11%. Pertumbuhan ini lumayan.

Pemerintah kemudian “mengarahkan” dunia usaha, perbankan, pasar modal ke angka pertumbuhan 6 persen pada 2026.

Salah satu tantangannya adalah daya beli masyarakat. Oleh karena itu, perbankan sudah wanti-wanti, minta masyarakat kelas menengah ke atas, untuk membelanjakan uangnya.

Jangan cuma menyimpan uang “di bawah bantal”. Belanjakan untuk membeli barang-barang non-esensial, seperti mobil.

Sejumlah bank papan atas sudah menyiapkan strategi mendorong daya beli masyarakat, dengan target penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR) lebih banyak.

BACA JUGA:Harga Tiket Konser MONSTA X di Jakarta 2026 Dijual Mulai Rp1,6 juta, Cek Cara Belinya di Sini

BACA JUGA:Promo Coklat di Indomaret Spesial Hari Valentine 2026, Silverqueen-Cadburry hanya Rp12.500

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads