Pameran Otomotif, Merek Mobil Bertambah dan Sinyal Ekonomi 'Rojali'

Pameran Otomotif, Merek Mobil Bertambah dan Sinyal Ekonomi 'Rojali'

Herry Sinamarmata: Fenomena “window shopping” dan sinyal ekonomi rombongan jarang beli (Rojali) banyak disebut sejumlah ekonom untuk menggambarkan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja pada tahun 2025.-dok disway-

Fenomena “window shopping” dan sinyal ekonomi rombongan jarang beli (Rojali) banyak disebut sejumlah ekonom untuk menggambarkan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja pada tahun 2025.

Seorang bankir mengatakan, jika masyarakat kelas menengah ke atas tidak membelanjakan uangnya. Atau setidaknya masih terlalu selektif dalam mengeluarkan uangnya, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tidak akan bergerak dari kisaran 5 persen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (5/2) di Jakarta, menyatakan optimistis di tengah tantangan daya beli, pembiayaan dan dinamika rantai pasok global, akan terjadi pemulihan pasar domestik.

Tahun 2026, penjualan mobil nasional diproyeksikan akan berada di kisaran 850.000 unit atau naik sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025.

“Dan, IIMS 2026 diharapkan menjadi katalis penting mempercepat pemulihan….,”ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

IIMS 2016 akan ditutup 15 Februari 2026, beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadhan. Ini momen penting. Kenapa?

  1. Meski bukan satu-satunya alasan, tapi cukup banyak konsumen yang biasanya membeli mobil dengan alasan untuk mudik lebaran.
  2. Faktor emosional, mudik bersama keluarga dengan mobil sendiri, selain nyaman juga dapat mengangkat gengsi.

Tak heran cukup banyak booth, yang menawarkan mobil-mobil, mulai dari yang “compact”, berukuran kecil. Atau mobil keluarga ukuran sedang, seperti mobil MPV (multi purpose vehicle) hingga mobil MPV besar dan mewah yang harganya di atas satu miliar rupiah/unit.

BACA JUGA:Bangganya Prabowo Arab Saudi Ubah Aturan Demi Indonesia Bangun Kampung Haji di Makkah: Ini Pertama Kali dalam Sejarah

BACA JUGA:Makna Logo dan Tema Hari Pers Nasional 2026, Intip Juga Sejarah Berdirinya!

Di IIMS 2026, cukup banyak merek yang menawarkan produk baru, dengan teknologi terkini, fitur lebih lengkap, guna memberikan pengalaman berkendara “tak terlupakan”.

Hampir semua booth menawarkan dengan iming-iming diskon harga besar. Ini tidak hanya dilakukan oleh merek-merek mobil listrik asal China, seperti BYD, Wuling dan Chery, tapi juga pemain-pemain lama, seperti Toyota dan Mitsubishi yang sudah sekitar 50 tahun berada di Indonesia.

Jangan lupa, tahun 2026 pasar mobil di Indonesia juga diramaikan  mobil asal Eropa, dengan harga kompetitif.

Produsen mobil Perancis, lewat APM-nya di sini, membawa Citroen C3 dengan harga di kisaran Rp 200 juta/unit. Ini dimungkinkan setelah pemerintah Indonesia-Uni Eropa meneken kesepakatan IEU-CEPA di Bali, tahun lalu.

Kalau sebelumnya, mobil-mobil asal Amerika yang diimpor CBU dikenai bea masuk sebesar 50 persen, maka dengan adanya kesepakatan dagang RI-AS tahun 2025, nantinya mobil-mobil merek Ford, Jeep Wrangler, Rubicon kemungkinan akan bebas bea masuk sehingga harganya terdiskon hingga 50 persen.

Potensi pasar otomotif di Indonesia tak perlu diragukan. Akan terus berkembang. Tapi, kalau terlalu banyak merek yang bertarung di pasar, ya repot juga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Close Ads