AWAS! Ini Cara Hacker Kuras Rekening Lewat Modus Phishing dan Smishing, Cuma Modal Email Atau SMS
Kenali Perbedaan Phishing dan Smishing Sekarang-diana.grytsku-Freepik
Meskipun sama-sama termasuk kejahatan siber, ada perbedaan mendasar antara phishing dan smishing:
- Phishing menggunakan media email, website palsu, atau telepon.
- Smishing menggunakan SMS atau pesan teks.
- Phishing cenderung menyasar banyak orang sekaligus.
- Smishing terasa lebih personal karena dikirim langsung ke nomor ponsel.
Keduanya sama-sama bertujuan mencuri data dan menjalankan social engineering untuk mengambil alih akun korban.
Mengapa Kita Harus Waspada Phishing dan Smishing?
Bahaya terbesar dari phishing dan smishing adalah pencurian data pribadi. Data yang berhasil dikumpulkan bisa digunakan untuk:
- Membobol akun perbankan
- Mengganti password email
- Menyalahgunakan kartu kredit
- Mengambil alih akun media sosial
- Melakukan pinjaman online ilegal
Pelaku biasanya mengembangkan serangan lanjutan menggunakan teknik social engineering agar korban semakin mudah ditipu. Karena itu, kewaspadaan terhadap penipuan online sangat penting.
BACA JUGA:Hati-Hati, Penipuan Phishing Gunakan Video Barbie Palsu
Cara Mengenali Pesan Phishing dan Smishing
Agar terhindar dari modus penipuan digital, perhatikan beberapa tanda berikut:
1. Pesan Bersifat Mendesak
Pesan phishing biasanya berisi ancaman atau desakan agar korban segera bertindak.
2. Tautan Mencurigakan
Link dalam pesan phishing sering kali mengarah ke website palsu yang menyerupai situs resmi.
3. Alamat Email Tidak Resmi
Email phishing sering menggunakan alamat gratis seperti Gmail atau domain yang mirip tapi tidak sama.
4. Nomor Pengirim Tidak Resmi
Smishing biasanya dikirim dari nomor ponsel biasa, bukan nomor resmi perusahaan.
Jika ragu terhadap pesan yang diterima, segera hubungi pihak resmi melalui kontak yang tertera di website asli.
Tips Aman Terhindar dari Phishing dan Smishing
Berikut beberapa langkah penting untuk menjaga keamanan data pribadi dari penipuan online:
- Jangan pernah membagikan password atau PIN kepada siapa pun.
- Jangan klik tautan mencurigakan dari email atau SMS.
- Hindari menggunakan WiFi publik untuk transaksi perbankan.
- Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA) pada akun penting.
- Jangan menyimpan data kartu kredit di sembarang situs.
- Selalu konfirmasi langsung ke pihak resmi jika menerima pesan mencurigakan.
Semakin canggihnya teknologi membuat kejahatan siber juga semakin berkembang. Karena itu, literasi digital dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari phishing dan smishing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: