Cara Membayar Hutang Puasa yang Sudah Bertahun-Tahun Tak Diganti, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad Ungkap Cara Membayar Hutang Puasa dan Fidyahnya---Instagram
Dalam praktik bayar qadha puasa, Ustaz Abdul Somad juga menjelaskan bahwa qadha boleh dilakukan bertepatan dengan puasa sunnah, seperti Senin-Kamis.
Namun dalam cara membayar hutang puasa, niat harus didahulukan untuk qadha. Dengan niat tersebut, kewajiban hutang puasa bisa lunas, dan pahala puasa sunnah tetap diharapkan diperoleh.
Hal ini menjadi solusi bagi mereka yang memiliki hutang puasa bertahun-tahun agar bisa mencicilnya secara konsisten.
BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan Mengacu Hilal yang Terlihat di Alaska, Ini Respons MUI hingga BRIN
Jika Meninggal Dunia Masih Punya Hutang Puasa
Dalam pembahasan hukum hutang puasa menurut Islam, Ustaz Abdul Somad juga menjelaskan bahwa hutang puasa tidak otomatis gugur karena kematian.
Apabila seseorang wafat dan masih memiliki kewajiban bayar qadha puasa, maka ahli waris memiliki tanggung jawab untuk menunaikannya, baik dengan mengganti puasanya atau membayarkan fidyah sesuai ketentuan.
Karena itu, persoalan hutang puasa bertahun-tahun tidak boleh dianggap sepele, sebab akan menjadi tanggungan hingga akhir hayat jika tidak segera diselesaikan.
Pembahasan mengenai cara membayar hutang puasa ini menjadi pengingat penting agar umat Islam tidak menunda kewajiban.
Selama masih ada waktu sebelum Ramadan berikutnya, segeralah melakukan bayar qadha puasa.
Jika sudah terlanjur melewati Ramadan tanpa uzur, maka selain mengganti puasa, wajib membayar fidyah hutang puasa sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
Dengan memahami hukum hutang puasa menurut Islam, diharapkan umat Muslim bisa lebih disiplin dan tenang dalam menjalankan ibadah Ramadan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: