Polemik 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan', Alumni LPDP Minta Maaf hingga Beasiswa Suami Disoal
Tyas, alumni penerima beasiswa LPDP yang viral.-ist-
JAKARTA, DISWAY.ID- Alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas (DS atau Tyas), menjadi perbincangan di jagat media sosial.
Kini ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia setelah unggahannya viral memicu kontroversi besar.
Diketahui, dalam video yang diunggah di media sosial, Tyas sempat memamerkan paspor Inggris milik anak keduanya yang resmi menjadi Warga Negara Inggris (WNA), disertai pernyataan "cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan".
BACA JUGA:Saat Shin Tae-yong Komentari John Herdman, Sudah Berubah Jadi Baik
Pernyataan itu menuai kecaman luas karena dianggap tidak mencerminkan rasa syukur atas beasiswa dari dana publik, serta terkesan merendahkan status WNI dan paspor Indonesia.
Banyak netizen menilai ucapan tersebut bertentangan dengan semangat LPDP yang bertujuan mencetak SDM unggul untuk berkontribusi kembali di Tanah Air.
Melalui akun Instagram dan Threads pribadinya pada Kamis (19/2/2026), Tyas menyatakan permohonan maafnya.
"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat 'cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan', dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut."
Ia menjelaskan kalimat itu lahir dari kondisi emosional pribadi sebagai WNI yang ingin memberikan masa depan lebih baik bagi anak-anaknya melalui paspor yang dianggap lebih kuat.
Tyas menegaskan tidak ada niat menyakiti atau merendahkan bangsa Indonesia, serta berharap masyarakat memahami konteks pribadinya.
BACA JUGA:Ekspor Tekstil RI ke AS Kini Nol Persen, Airlangga Sebut Angin Segar 4 Juta Pekerja
LPDP langsung merespons polemik ini melalui akun resmi @lpdp_ri pada Jumat (20/2/2026).
Mereka menyayangkan tindakan Tyas yang dinilai tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada penerima beasiswa.
"LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkatan dapat lebih bijak," tulis LPDP.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: