RI–AS Sepakat Perkuat Rantai Pasok Mineral Kritis, Dorong Kerja Sama Win-Win

RI–AS Sepakat Perkuat Rantai Pasok Mineral Kritis, Dorong Kerja Sama Win-Win

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia-ist-

Di sektor bioenergi, pemerintah menargetkan percepatan mandatori pencampuran bioetanol secara bertahap, dimulai dari E5 pada 2028, E10 pada 2030, hingga menuju E20 sesuai kesiapan produksi dan infrastruktur.

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut bertujuan menciptakan peluang usaha baru di dalam negeri, meskipun ruang impor tetap terbuka selama produksi nasional belum mencukupi.

“Tujuannya bagaimana menciptakan peluang usaha baru di Indonesia. Namun sampai produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja. Termasuk impor dari Amerika,” katanya.

BACA JUGA:Prabowo Sumringah Dapat Jersey Reece James Langsung dari Pemilik Chelsea di Washington

Ia menegaskan seluruh komitmen kerja sama tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap perjanjian bersifat saling menguntungkan.

“Harus win-win. Perjanjian ini tidak boleh menguntungkan salah satu pihak saja, tapi semua pihak harus merasakan keuntungan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads