Riwayat Pendidikan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jebolan Paket C yang Bikin Gerah Istana
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto memastikan tidak akan memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto jika diminta datang ke Istana Negara.--Instagram Tiyo Ardianto
Kenyataan ini, membuat ayah dan ibu bersikap waspada atas nasib anaknya di masa depan.
Kenyataannya pula, beberapa bulan sebelum lulus SMP saya menyadari bahwa ijazah dan sekolah tidak sepenuhnya menentukan kehidupan - sekolah bagi saya, seperti sepetak tanah yang siap ditanami padi: beberapa di antaranya mungkin lebih subur dan lebih luas, tetapi tetap skill sebagai petani yang akan banyak menentukan - tanah paling subur dan paling luas juga tak akan berarti, jika petaninya tak ahli.
Tiga tahun yang lalu, setelah lulus SMP saya memutuskan untuk menempuh pendidikan alternatif -sesuatu yang orang juga sebut sebagai- sekolah alam, di Omah Dongeng Marwah: keputusan yang penuh resiko batin, sebab stigma masyarakat tentang siswa yang lulus dengan ijazah kejar paket C cukup bisa menyesakkan dada. Anda pasti bisa membayangkan apa saja kalimat yang muncul ketika itu.
Keputusan itu ketok palu setelah melalui sidang panjang: banyak hal yang kami pertimbangkan, sampai kami pasrah kepada Tuhan - terserah biar Ia yang menunjukkan. Dan yang telah terjadi adalah petunjuk sekaligus suratan takdirNya.
Apabila ditanya "sekolah mana?" selalu dengan bangga saya jawab "sekolah alam, ODM" - kadang saya dengan senang hati menjelaskan, kadang juga tidak. Saya kadang merasa tak wajib menjawab, sebab beberapa dari mereka juga tak nampak sungguh ingin tahu.
Ketika ditanya "ijazahnya apa?" saya jawab "paket C", seketika itu mereka akan tampak merasa aneh dan bingung: apa ijazah semacam itu punya cukup daya untuk bersaing di kehidupan yang makin hari makin keras ini? - saya tidak tahu pasti soal itu, tapi saya tahu persis soal ini: kertas yang dipakai sebagai ijazah di sekolah formal dan sekolah alam sama-sama dapat kapan saja dibakar dan dihancurkan.
(lanjut di kolom komentar)
BACA JUGA:Awal Mula Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM Diteror, Singgung Operasi Intelijen: Justru Makin Kuat!
Prestasi Tiyo Ardianto
Saat usia 18 tahun, Tiyo merupakan juara puisi tingkat nasional.
Laporan Betanews, Tiyo Ardianto pernah meraih juara 1 lomba baca puisi inspiratif tingkat nasional yang digelar Penerbit Erlangga dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, dengan tema Kebangkitan Nasional 2021.
Ia juga menjuarai lomba monolog bahasa jawa di UNNES pada tahun 2020.
Dikutip dari Instagram Kamus Mahasiswa, Tiyo merupakan mahasiswa Program Sarjana Filsafat di Universitas Gadjah Mada ini masuk pada 16 Agustus 2021 dan hingga Semester Genap 2024/2025 masih berstatus aktif.
Berasal dari Kudus dan lahir pada 26 April, Tiyo tumbuh sebagai aktivis kampus sebelum akhirnya dipercaya memimpin BEM UGM.
BACA JUGA:Sosok Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM Juara Puisi saat di PKBM, Banjir Dukungan Usai Kritik Prabowo
Bikin Gerah Istana
Namanya menjadi perhatian nasional setelah BEM UGM mengirim surat terbuka ke UNICEF pada 6 Februari 2026, merespons tragedi siswa SD di NTT yang diduga tak mampu membeli alat tulis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: