Alumni LPDP Harus Pulang, Bukan Soal Mencari Kerja tapi Kontribusi Nyata untuk Negeri
Anggota Komisi I DPR RI, Marwan Jafar, meminta para alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak menjadikan beasiswa negara sebagai batu loncatan untuk bekerja dan menetap di luar negeri.-Dok. Pribadi-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Anggota Komisi I DPR RI, Marwan Jafar, meminta para alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak menjadikan beasiswa negara sebagai batu loncatan untuk bekerja dan menetap di luar negeri. Ia menegaskan, tujuan utama program LPDP adalah mencetak sumber daya manusia unggul yang kembali ke Indonesia untuk membangun bangsa dari ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di luar negeri.
Pernyataan itu disampaikan menyusul polemik yang muncul setelah kisah alumnus LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, ramai dibagikan di media sosial. Sorotan publik menguat ketika ia menyampaikan kebanggaannya bahwa anaknya telah menjadi warga negara asing. Hal tersebut memicu perdebatan di tengah masyarakat tentang komitmen penerima beasiswa negara terhadap Tanah Air.
Marwan menekankan, bagi aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan BUMN yang menerima LPDP, kewajiban kembali ke Indonesia relatif lebih jelas karena terikat aturan kedinasan. Mereka umumnya akan pulang dan memanfaatkan ilmunya sesuai bidang keahlian di instansi masing-masing. Namun bagi penerima dari kalangan mandiri atau swasta, menurutnya, penguatan jiwa nasionalisme harus menjadi perhatian serius.
BACA JUGA:Baznas Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per Bulan
BACA JUGA:AHY Perjuangkan Swasembada Air, Masuk Prioritas Asta Cita Prabowo
“Harusnya berkontribusi secara profesional. Ilmu mereka direalisasikan di Indonesia,” ujarnya. Ia menilai, tujuan kuliah di luar negeri bukan untuk mencari pekerjaan di negara lain, melainkan memperluas wawasan dan kompetensi agar dapat diterapkan demi kemajuan Indonesia.
Menurut Marwan, hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah agar para alumni LPDP dapat berkontribusi positif terhadap NKRI. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta di dalam negeri, sehingga tersedia ruang riset maupun peluang kerja yang jelas bagi para lulusan. Dengan begitu, mereka tidak lagi disibukkan dengan kekhawatiran mencari pekerjaan setelah lulus.
“Kalau ASN bisa pulang karena sekolah kedinasan. Yang swasta ini harus diubah mindset-nya bukan lagi mencari pekerjaan apa, tapi justru kontribusi nyata yang diharapkan,” tambahnya.
Secara etika, ia juga menyoroti adanya alumni yang tidak melaporkan kepada LPDP ketika memutuskan tidak kembali ke Indonesia. Menurutnya, setidaknya ada itikad baik untuk berkomunikasi secara terbuka dengan pengelola beasiswa.
BACA JUGA:Hujan Lebat Guyur Bali, 5 Penerbangan Bandara Ngurah Rai Terdampak
BACA JUGA:Said Iqbal: Impor 105 Ribu Pikap asal India Bakal Ciptakan PHK hingga Puluhan Ribu Buruh
Marwan menegaskan bahwa tidak ada lagi toleransi bagi alumni LPDP yang memilih menetap di luar negeri tanpa komitmen jelas untuk mengabdi. Baginya, membangun negara adalah prioritas utama. Nasionalisme dan cinta tanah air bukan sekadar semboyan, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata demi kemajuan bangsa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: