Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik, Buka 24 Jam Nonstop
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad-M Purwadi-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kabar gembira bagi masyarakat yang berencana mudik pada Lebaran 2026 mendatang. Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam resmi meluncurkan program “Joyful Ramadan Mubarak”.
Salah satu poin pentinya yakni menjadikan sebanyak 6.859 masjid di sepanjang jalur mudik menjadi titik singgah yang nyaman dan ramah bagi musafir.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa masjid-masjid ini tidak hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan publik yang inklusif.
BACA JUGA:Pengeras Suara Masjid Kembali Tuai Polemik, Kemenag Tegaskan Aturan dan Pedoman Resmi
"Masyarakat harus merasakan negara hadir melalui layanan keagamaan yang mudah diakses. Masjid di jalur mudik akan kita pantau langsung untuk memastikan mereka melayani 24 jam," ujar Abu Rokhmad dalam rapat pimpinan di Jakarta, Rabu (25/2).
Konsep Masjid Ramah Pemudik yang diusung tahun ini tidak main-main. Pengelola masjid diinstruksikan untuk menyediakan fasilitas dasar yang mumpuni, antara lain:
- Buka 24 Jam: Tidak ada pintu masjid yang dikunci bagi pemudik yang butuh istirahat.
- Fasilitas Lengkap: Toilet bersih, area parkir luas, hingga tempat pengisian daya gawai (charging station).
- Logistik Gratis: Penyediaan takjil dan konsumsi buka puasa secara cuma-cuma.
- Inklusivitas: Jaminan kenyamanan khusus bagi perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan.
Untuk memastikan standar pelayanan ini terjaga, Kemenag menggandeng media nasional melalui program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) yang akan memotret praktik baik layanan di lapangan mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri.
BACA JUGA:PDIP Bandingkan Nasib Guru Honorer dan Pegawai SPPG, Anggaran Pendidikan Harus Adil!
Tak hanya soal masjid, Kemenag juga memperkuat ekosistem filantropi Islam melalui Teras ZAWA (Zakat dan Wakaf).
Masyarakat kini lebih mudah melakukan konsultasi zakat maupun wakaf uang secara praktis. Ada juga program "Tebar Harapan Ramadan" (THR) yang menyasar masyarakat kurang mampu di berbagai pelosok.
Di sisi administratif, Kemenag melakukan terobosan dengan redistribusi penghulu nasional. Langkah ini diambil untuk memeratakan layanan di daerah-daerah yang selama ini kekurangan tenaga penghulu, terutama untuk urusan bimbingan kemasjidan dan mediasi selama bulan suci.
Mengenai penentuan hari kemenangan, Abu Rokhmad memastikan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H akan digelar pada 29 Ramadan secara transparan dengan melibatkan ahli hisab-rukyat serta ormas Islam.
Menariknya, Ramadan tahun ini juga menyasar anak muda melalui program seperti Future Leaders of Masjid dan Qari Goes to Campus.
"Kami ingin syiar Ramadan relevan dengan Generasi Z. Masjid harus aktif, layanan responsif, dan masyarakat merasa benar-benar dilayani," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: