Teknologi Digital Dye-Sublimation Epson Dongkrak Omzet Hingga 8 Kali Lipat

Teknologi Digital Dye-Sublimation Epson Dongkrak Omzet Hingga 8 Kali Lipat

Perusahaan yang beralih ke teknologi digital mencatat pertumbuhan pendapatan delapan kali lebih cepat -ist-

JAKARTA-- Industri cetak tekstil di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sedang berada di titik balik transformasi digital. Laporan whitepaper terbaru bertajuk "Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth" hasil kolaborasi Epson dan International Data Corporation (IDC) mengungkap hal mencengangkan.

Perusahaan yang beralih ke teknologi digital mencatat pertumbuhan pendapatan delapan kali lebih cepat dibandingkan metode sablon konvensional.

Berdasarkan survei regional terhadap para pengambil keputusan di Indonesia, Filipina, dan Thailand, rata-rata pertumbuhan pendapatan pengguna digital dye-sublimation mencapai 8,4% dalam dua tahun terakhir. Angka ini jauh melampaui metode tradisional yang stagnan di angka sedikit di atas 1%.

Salah satu pemicu utama migrasi teknologi ini adalah melonjaknya permintaan pasar akan produk yang dipersonalisasi (customized). Jika metode sablon mengharuskan jumlah pesanan minimum yang besar, teknologi dye-sublimation memungkinkan produksi skala kecil, bahkan satuan (on-demand), tanpa mengorbankan efisiensi biaya.

BACA JUGA:Epson Lifestudio: Proyektor Portabel Baru Penunjang Gaya Hidup Masa Kini

Sebanyak 44% responden mengaku mengadopsi teknologi Epson karena kemampuan menghasilkan warna cerah dengan desain kompleks dalam waktu singkat. Fleksibilitas ini terbukti ampuh memperluas segmen pasar hingga ke desainer kain mandiri, pemilik merek lokal, hingga penyelenggara acara.

Pesatnya tren gaya hidup sehat di Asia Tenggara, seperti maraton dan hiking, menjadi berkah tersendiri bagi penyedia jasa cetak. Sebanyak 81% pelaku industri kini melayani pasar apparel dan sportswear berbahan polyester—material yang sangat ideal untuk teknologi dye-sublimation.

Selain pakaian olahraga, peluang baru mulai tumbuh di sektor:

  • Homeware (36%): Dekorasi interior kustom.
  • Footwear (33%): Sepatu dengan desain unik.
  • Aksesori: Label dan tag tekstil skala kecil.

"Digital dye-sublimation memberikan pengalaman pelanggan yang jauh lebih baik berkat waktu produksi yang kilat dan detail desain yang sulit ditandingi sablon tradisional," tulis laporan tersebut.

Bukan sekadar mengejar cuan, laporan Epson menyoroti penguatan komitmen keberlanjutan. Tujuh dari sepuluh penyedia layanan cetak kini menjadikan praktik ramah lingkungan sebagai prioritas bisnis. Di perusahaan yang sepenuhnya digital, angka komitmen ini melonjak hingga 88%.

BACA JUGA:Epson Lifestudio Resmi Diluncurkan di Indonesia, Proyektor Portable dengan Desain Premium

Teknologi ini secara inheren lebih "hijau" karena:

1. Hemat Air: Tidak membutuhkan air dalam jumlah besar seperti proses pencucian sablon.

2. Minim Kimia: Mengurangi kontak langsung pekerja dengan tinta kimia keras.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads