Kemenkes Pastikan Campak Terkendali, Pelacakan Kontak Diperketat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperbarui situasi campak nasional dengan melaporkan dua kasus impor dari Australia.-dok disway-
JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperbarui situasi campak nasional dengan melaporkan dua kasus impor dari Australia.
Kedua pasien terdeteksi melalui mekanisme International Health Regulation (IHR) setelah memiliki riwayat perjalanan dan kontak keluarga di Indonesia. Pemerintah memastikan kasus terkendali serta tidak memicu penularan luas.
Pelaksana Tugas (Plt)Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, mengatakan pasien pertama berusia 18 tahun hanya mengalami ruam ringan dan telah sembuh. Pasien tersebut tercatat menerima dua dosis vaksin MMR.
“Kasus ini tidak menimbulkan penularan lanjutan. Kami langsung melakukan pelacakan kontak bersama dinas kesehatan daerah dan seluruh hasilnya negatif,” ujar Andi, via zoom, di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
BACA JUGA:Campak Mengintai, Kemenkes Genjot Imunisasi MR Tutup Kantong Rentan
BACA JUGA:Menkes Buka Suara: Campak Lebih Ditakuti daripada Virus 'Super Flu' di Pengungsian Bencana
Perlu diketahui, kasus kedua yang dialami anak perempuan enam tahun yang belum memiliki riwayat imunisasi. Kondisi ini menjadi perhatian karena kelompok tanpa vaksin lebih rentan tertular dan menyebarkan virus.
Untuk menanggulangi hal itu Kemenkes menyiapkan empat langkah konkret, yakni penguatan surveilans, peningkatan cakupan imunisasi, tata laksana kasus, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.
Pelaporan kini dilakukan real time melalui sistem kewaspadaan dini, didukung 11 laboratorium rujukan nasional.
“Setiap suspek campak harus diselidiki maksimal 24 jam agar penularan bisa segera diputus,” tegasnya.
Dilain pihak, Konsultan infeksi anak di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, DR. dr. Mulya Rahma Karyanti, MSc, PhD, Sp.A, Subsp.IPT, mengingatkan campak sangat menular dan dapat memicu komplikasi berat.
BACA JUGA:Dipicu Virus Paramyxovirus, Pramono Perketat Penularan Penyakit Campak dari Luar Daerah
BACA JUGA:Buntut KLB Campak, Menkes Budi akan ke Sumenep dan Dorong Akselerasi Imunisasi
“Campak bukan sekadar ruam. Penyakit ini bisa menurunkan imunitas, menyebabkan pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Pencegahan paling efektif adalah imunisasi campak-rubella lengkap,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: