Kemenkes Perkuat Komunikasi Publik Lawan Hoaks Tangkal Anak Zero Dose
Penguatan strategi komunikasi publik yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam upaya mengejar anak zero dose terus dilakukan-Disway.id/Nungki Kartika Sari-
JAKARTA, DISWAY.ID - Penguatan strategi komunikasi publik yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam upaya mengejar anak zero dose terus dilakukan.
Ia menjelaskan, anak zero dose merupakan anak yang belum menerima dosis pertama vaksin DTP.
BACA JUGA:Lawan iPhone 17, Oppo dan Huawei Diam-diam Uji Coba Sensor Kamera Depan 100MP
Indikator tersebut digunakan untuk melihat anak-anak yang belum tersentuh layanan imunisasi rutin sekaligus menjadi penanda adanya kesenjangan akses layanan kesehatan dasar. Penguatan komunikasi ini dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus membangun kepercayaan terhadap layanan kesehatan dalam hal pemberian vaksin lengkap pada anak.
Tenaga Ahli Bidang Integrasi Layanan Primer dan Promosi Kesehatan Kemenkes, Indah S. Widyahening mengatakan, tantangan penanganan anak zero dose saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses layanan kesehatan, tetapi juga arus informasi yang berkembang di masyarakat.
Ia berupaya melawan hoaks dengan membangun kepercayaan. Strateginya melakukan komunikasi publik yang jelas, konsisten, dan mudah dipahami. Pendekatan ini dilakukan untuk melawan persepsi yang salah terhadap pemberian vaksin lengkap untuk anak.
BACA JUGA:Pakai wondr by BNI, Beli Tiket Konser 20 Tahun Sammy Simorangkir dapat Diskon 20 Persen!
Menurut Indah, tantangannya bukan hanya soal akses fisik, tetapi juga persepsi dan informasi yang salah. Hal ini dapat menurunkan kepercayaan publik dibangun, oleh kerena itu pihaknya melakukan kedekatan melalui layanan dan kualitas komunikasi.
Melalui penguatan komunikasi publik dan layanan kesehatan primer, pemerintah berharap semakin banyak keluarga memahami pentingnya imunisasi sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dari layanan kesehatan dasar.
Menurutnya, penyampaian informasi yang jelas dan mudah dipahami menjadi kunci agar masyarakat semakin percaya terhadap pentingnya imunisasi bagi anak. “Tujuan akhirnya adalah memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari layanan kesehatan dasar, termasuk imunisasi,” ujarnya dalam Seminar Lapangan Tematik dan Strategi Keberhasilan Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung, Senin malam (11/5/2026).
Dalam penanganannya, pemerintah tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga memperkuat komunikasi publik di tingkat masyarakat. Penjangkauan anak zero dose, kata Indah, membutuhkan pendekatan komunikasi yang konsisten dan dekat dengan keluarga. “Penjangkauan anak zero dose membutuhkan komunikasi publik yang jelas, konsisten, dan mudah dipahami,” katanya.
BACA JUGA:Usai Copot 8 Pejabat Pajak, Purbaya Langsung Lantik Pengganti Baru: Tak Ada Titipaan!
Ia menilai, hambatan di lapangan bukan semata persoalan jarak menuju fasilitas kesehatan. Persepsi masyarakat dan informasi yang keliru mengenai imunisasi juga menjadi tantangan tersendiri yang perlu dijawab melalui edukasi berkelanjutan.
Karena itu, pembangunan kepercayaan publik dinilai sama pentingnya dengan memperluas akses layanan kesehatan. Kepercayaan tersebut dibangun melalui kualitas komunikasi tenaga kesehatan, pendekatan langsung kepada masyarakat, serta kehadiran layanan yang mudah dijangkau.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: