Kemenkes Resmikan Konsorsium 1000 HPK, Target Turunkan AKI Drastis
Peluncuran konsorsium ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kesehatan resmi meluncurkan Konsorsium Nasional 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah strategis mempercepat peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Periode 1000 HPK yang mencakup masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan menjadi fase krusial yang menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak di masa depan.
BACA JUGA:Saat Perwira Pelaut Perempuan Pertamina Patra Niaga Berbagi Pengalaman, Tak Kalah dengan Laki-Laki
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa upaya perbaikan harus dilakukan secara agresif dan terukur.
“Kita harus mengejar angka yang signifikan karena ini menyangkut nyawa manusia, bukan sekadar statistik, kematian ibu ditargetkan turun dari 4.000 menjadi di bawah 400 kasus, kematian bayi dari 30.000 ke bawah 3.000 kasus, serta prevalensi stunting dari 19% menjadi di bawah 7% dalam satu tahun ke depan,” ujar Budi, di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Sejumlah indikator menunjukkan tantangan yang masih besar. Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat 140 per 100.000 kelahiran hidup, sementara angka kematian bayi mencapai 17 per 1.000 kelahiran hidup. Selain itu, hampir 20% balita mengalami stunting dan sebagian lainnya berisiko gangguan perkembangan.
BACA JUGA:Situasi Stasiun Manggarai Penuh Sesak, Para Buruh Mulai Siap Pulang ke Rumah Usai May Day
"Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi terintegrasi sejak dini,"kata Budi.
Selama ini, program lintas sektor terkait 1000 HPK dinilai belum berjalan optimal karena masih terfragmentasi.
Untuk itu, Konsorsium 1000 HPK hadir sebagai platform koordinasi nasional yang menyatukan pemerintah, mitra internasional, sektor swasta, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil dalam satu sistem pemantauan dan akuntabilitas bersama.
Dalam implementasinya, Kemenkes menggandeng Yayasan Rabu Biru Indonesia sebagai sekretariat konsorsium.
BACA JUGA:Hari Buruh: Sektor Jasa Rumah Tangga Berkembang, Platform Digital Jadi Andalan
Lembaga ini bertugas mengoordinasikan berbagai inisiatif lintas sektor, mengelola kelompok kerja, serta memastikan seluruh program selaras dengan target pembangunan nasional.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, menyatakan komitmennya untuk mendukung sinergi lintas sektor agar berjalan terarah dan terukur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: