BI Siapkan Strategi Baru Pantau Modal Asing per Maret 2026

BI Siapkan Strategi Baru Pantau Modal Asing per Maret 2026

BI merilis data perkembangan indikator stabilitas nilai tukar Rupiah dan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN)-Bianca-

JAKARTA, DISWAY.ID– Di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi global, kondisi sistem keuangan Indonesia terus menunjukkan dinamika yang fluktuatif.

Terbaru, Bank Indonesia (BI) merilis data perkembangan indikator stabilitas nilai tukar Rupiah dan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) sebagai kompas ekonomi domestik.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa per akhir Jumat (27/2), Rupiah dibuka pada level bid Rp 16.750 per dolar AS.

BACA JUGA:Catat! Mulai Hari Ini Pelaporan SPT Tahunan Dibuka hingga Akhir Maret 2026

Di sisi lain, Yield SBN tenor 10 tahun tercatat mengalami penurunan ke angka 6,40 persen.

"Bank Indonesia terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi kita," ujar Ramdan dalam pers rilisnya, Sabtu (28/2).

Meski Rupiah berada di level tersebut, indeks dolar (DXY) terpantau mengalami pelemahan ke level 97,79.

Penurunan juga terjadi pada Yield US Treasury Note 10 tahun yang kini bertengger di posisi 4,004 persen.

Ramdan menegaskan, BI tidak tinggal diam. Koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah volatilitas pasar global.

BACA JUGA:Saudi Perketat Aturan Umrah Ramadan, Kemenhaj Minta PPIU Patuh Paket Resmi

Ada hal penting yang harus diperhatikan para pelaku pasar dan investor mulai minggu depan.

Bank Indonesia mengumumkan mulai awal Maret 2026, data mingguan Perkembangan Indikator Stabilitas Rupiah tidak akan lagi diterbitkan dalam format lama.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data. Sebagai gantinya, masyarakat bisa memantau data perkembangan transaksi SRBI melalui website resmi BI di menu Statistik - Indikator.

"Untuk rincian aliran modal asing di sektor saham, publik bisa mengaksesnya melalui website Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara untuk data SBN, informasi tersedia melalui DJPPR Kementerian Keuangan," tutup Ramdan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads