BGN Pastikan Anggaran Program MBG Tidak Kurangi Pagu Kementerian Lain
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak mengurangi pagu Kementerian lain-Istimewa-
BOGOR, DISWAY.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan kekhawatiran publik terkait alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut berpotensi mengganggu anggaran kementerian lain.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, alokasi anggaran masuk dalam rincian output fungsi kesehatan.
BACA JUGA:Pandangan JK Soal Konflik Timteng: AS Serang Siapa Saja yang Tidak Sesuai Pandanganya
BACA JUGA:Soal Rencana Prabowo Jadi Juru Damai, JK: Palestina-Israel Saja Sulit Didamaikan, Apalagi AS-Iran
Untuk tahun 2026, terdapat anggaran sebesar Rp24 triliun yang dicatat dalam fungsi kesehatan oleh BGN. Namun demikian, ia memastikan anggaran tersebut tidak mengganggu pagu anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Ada anggaran Badan Gizi sebesar Rp24 triliun masuk dalam fungsi kesehatan, tetapi tidak mengganggu anggaran Kementerian Kesehatan. Terbukti dari anggaran Kementerian Kesehatan dari tahun ke tahun naik, meskipun ada Rp24 triliun untuk tahun 2026 ini fungsi kesehatan yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional," tegasnya dalam konferensi pers yang berlangsung di Bogor, Sabtu, 28 Februari 2026.
Sama halnya dengan alokasi untuk pendidikan, BGN memastikan tidak mengurangi jatah anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)
"Kemudian pada kelompok anak sekolah termasuk santri dan sekolah keagamaan lainnya masuk rincian output fungsi pendidikan. Makanya ada anggaran Rp223 triliun di pendidikan tapi tidak mengganggu anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena dari tahun ke tahun terus naik. Tidak mengganggu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi karena dari tahun kemarin ke tahun ini juga naik," lanjut Dadan.
BACA JUGA:Pernyataan Soal Zakat Jadi Viral, Menag Sampaikan Maaf dan Klarifikasi
BACA JUGA:Wakil Rektor UIN Jakarta: Polemik Zakat Harus Disikapi Secara Akademik
Selain itu, Dadan juga memastikan bahwa transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru tetap mengalami peningkatan, bahkan naik hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kemudian juga, tidak mengganggu transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru karena dari tahun kemarin ke tahun ini naik 10 persen," ucapnya.
Fokus pada Dua Titik Kritis Tumbuh Kembang Anak
Selain itu, Dadan menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan pada dua titik kritis tumbuh kembang manusia, yakni 1.000 hari pertama kehidupan dan fase usia 8–18 tahun.
Dadan menyampaikan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan menjadi fase penentu perkembangan otak dan kecerdasan anak, sehingga intervensi menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Sementara itu, intervensi pada usia 8–18 tahun bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan fisik anak hingga remaja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: