Anak Pasutri Korban Perampokan di Bekasi: Biasanya Bangunin Sahur, Ini Kok Enggak…
Anak perempuan suami dan istri atau pasutri yang menjadi perampokan di Bekasi Kota, pada Minggu, 1 Maret 2026, sudah curiga saat awal mula kejadian itu terjadi.--Dimas Rafi
BEKASI, DISWAY.ID - Anak perempuan suami dan istri atau pasutri yang menjadi perampokan di Bekasi Kota, pada Minggu, 1 Maret 2026, sudah curiga saat awal mula kejadian itu terjadi.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal sang anak perempuan itulah yang pertama mengetahui, karena tinggal serumah bersama kedua orang tuanya.
"Yang pertama kali menemukan adalah anaknya sendiri. Mereka tinggal bertiga di rumah itu. Ada ART, tapi sifatnya pulang-pergi," katanya kepada awak media, Senin 2 Maret 2026.
BACA JUGA:Seprai Noda Darah dan 5 Saksi Jadi Pintu Masuk Penyelidikan Perampokan Pasutri di Bekasi
Peristiwa terungkap saat anak korban merasa heran karena tidak dibangunkan ibunya untuk sahur, seperti kebiasaan sebelumnya.
Alarm berbunyi sekitar pukul 04.00 WIB, namun tidak ada respons dari dalam rumah.
"Biasanya dibangunkan untuk persiapan sahur. Tapi pagi itu tidak ada yang bangunkan. Saat turun ke bawah, lampu masih mati dan tidak ada jawaban. Sempat terdengar suara seperti mengorok dari dalam," ujarnya.
BACA JUGA:Tetangga Ungkap Keseharian Pasutri Lansia di Bekasi yang Diduga Jadi Korban Perampokan
Karena pintu kamar tidak dapat dibuka dan diduga sudah dalam kondisi rusak pada bagian handle, anak korban keluar rumah untuk meminta pertolongan.
Namun situasi dini hari membuat lingkungan sekitar masih sepi. Ia kemudian menghubungi keluarganya.
Setibanya di lokasi, pihak keluarga membongkar jendela untuk masuk ke dalam rumah.
BACA JUGA:Kronologi Penangkapan Pasutri yang Rampas Ayla di Karang Tengah, Barbuk Ditinggal Begitu Saja
Saat itulah korban pria ditemukan sudah meninggal dunia di tempat, sementara istrinya dalam kondisi luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Bapaknya meninggal dunia di lokasi. Ibunya saat ini masih menjalani operasi dan dalam kondisi kritis," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: